Perjalanan ke Danau Toba

Alhamdulillah, Sabtu 7 Juli 2012 kemarin, saya berkesempatan mengunjungi Danau Toba yang terletak di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Perjalanan darat menggunakan mobil pribadi ditempuh selama kurang lebih 5 jam dari Kota Medan. Danau Toba ini adalah danau vulkanik yang sangat luas, udah kayak laut gitu deh. Kami masuk ke area wisata Danau Toba, dan parkir di depan rumah pengasingan Bung Karno jaman dulu kala. Ni dia rumahnya..bagus yah.

Image

Kami menyeberangi Danau Toba menuju Pulau Samosir menggunakan speed boat yang muat 8 orang. Oleh sopir speed boat-nya (nahkoda ya?), kami dibawa ke area batu gantung, yang menurut legenda batu itu berbentuk seorang putri. Ni dia fotonya, kurang jelas sih, mana putrinya.. ūüėÄ

Image

Setelah mencoba menebak-nebak yang mana putrinya, kami dibawa menyeberangi Danau Toba dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Sampai di Desa Tomok, kami ke Tuktuk (pusat daya tarik wisata Pulau Samosir), kami jalan-jalan melihat patung Sigale-gale, kebetulan waktu itu pas ada yang nyawer, jadi si patung bisa goyang-goyang tangannya. Ni dia lagi joget ama tamu yang datang. Eh, rumah sigale-gale secara kebetulan nomor 4, dia ikut Pilkada DKI ngga ya.. ūüėÄ

Image

Saya juga sempet foto..ni dia foto narsisnya..

Image

Setelah dari Sigale-gale kami ke pemakaman raja Sidabutar, di situ ada tour guide yang menjelaskan sejarahnya. manggut-manggut aja deh.. Fotonya di kamera nih, belum dipindahin..

Setelah itu kami ke Museum Batak. Ada yang lucu nih, pas masuk itu ada suara tanpa wujud, saya tau sih, itu anak kecil yang ngumpet terus disuruh nakut-nakutin pengunjung. Pas saya coba menyentuh salah satu benda di museum itu, dia teriak, “jangaaannn disentuuuhhhh..”..terus dia bilang juga “jangan nantang saya…” wedew… Nah lucunya, pas saya mau keluar museum, dia bilang gini, “kotaknya diiisiii yaaa..” saya langsung noleh kanan, dan ada kotak “Contribution Box”.. wkwkwkwk…kocak abis deh..

Habis dari sini kami beli-beli baju buat oleh-oleh yang di rumah.. Pinter-pinter nawar deh, saya aja nawar sampe 50% dikasih…hehehe…

Ngga lama sih di Tomok ini, kami langsung balik menyeberangi Danau Toba, karena jam sudah menunjukkan pukul 16:00, ombak danau saat itu besar sekali, membuat speed boat-nya jadi wahana arung jeram kayak di Dufan. Lumayan sport jantung juga..

Udah deh gitu aja ceritanya :p

Eh lupa.. foto Danau Toba nya malah kelupaan.. ni dia..

Advertisements

Sepeda untuk Qisty

Membaca postingan sepedanya Mbak Afifah, jadi pengen posting juga sepedanya dek Qisty. Meski sepeda ini udah dibeli beberapa bulan yang lalu, baru sekarang dipamerin.. ūüôā

Ini foto dek Qisty dengan sepedanya… seneng banget yah..

Image

Ini Dek Qisty main sama Mbak Afifah, yang mencetin lagunya Mbak Afifah, dek Qisty belum bisa mencet sendiri.. yang akur ya naak…

Image

Jalan-jalan pagi sama Mbak Afifah, sama Abi..

JUAL | Blackberry Bellagio

http://www.kaskus.us/showthread.php?p=694353719#post694353719

Salam agan dan aganwati..

Ane mau jual Blackberry Bellagio ane nih, bekas pemakaian sendiri. Di rumah nganggur..eman-eman, mending dijual aja.. Selama make ni Bellagio, no keluhan, smua berjalan lancar jaya..

Masih garansi CTN 21 bulan, struk pembelian di Global Teleshop belum ketemu..

Kelengkapan:
1. Blackberry-nya
2. Batere ORI
3. Charger ORI (yang pake kabel data)
4. Earphone bawaannya
5. dus + buku
6. kartu garansi
Kondisi mulus 98% (2% ada baret dikit di sudut kanan atas), 3G oke, pin ga ada masalah, touch screen-nya oke..

Ane buka harga di IDR 3,600,000,- silakan dinego..

COD di Gatot Subroto Jakpus (Jam kantor) atau Bintaro Tangsel (di luar jam kantor).

Ni penampakannya

 

yang minat bisa SMS ke hape ane 085640714539 atau mau YM-an juga boleh: dinoeinstein

Dhana Widyatmika | yang dianggap Gayus II

Ketika ibunya tengah sakit keras dan harus buang hajat di pembaringan, Dhana tidak tega menggunakan pispot karena menurutnya benda itu terlalu keras dan nanti bisa menyakiti tulang ibunya. Sebagai gantinya, ia menengadahkan kedua tangannya dengan beralaskan tisu untuk menampungnya.

***

Ia membuat beberapa orang yang bergaul dengannya merasa iri. Sebagian berkomentar, lelaki muda itu telah dekat dengan pintu surga. Beberapa yang lain berpendapat, sungguh beruntung ia merawat ibunda tercinta dengan kualitas maksimal. Namun, Dhana Widyatmika (33 tahun), putra pertama dari Ibu Sundari (59 tahun) itu hanya berucap, apa yang ia lakukan biasa-biasa saja.

‚ÄúSaya tidak pernah merasa ini sesuatu yang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini kewajiban. Saya yakin semua anak juga akan melakukan hal yang sama,‚ÄĚ ucapnya.

Ditemui di sela-sela rutinitasnya menjaga dan menemani sang ibu yang dua kali dalam seminggu harus cuci darah, Dhana mengisahkan, selama tiga belas tahun ini, ibu menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Continue reading

Kronologis Kasus Pegawai KPPN Jakarta II

Postingan ini adalah copy paste yang bersumber dari Milis Alumni STAN. Sebuah kasus yang diputuskan dengan putusan yang konyol dan terlihat sekilas sebagai sebuah putusan sarat KKN. Berikut cuplikannya:

¬†‚ÄúSemua pegawai KPPN, khususnya¬†front office¬†(FO) dan seksi-seksi tertentu akan mengundurkan diri daripada tertimpa musibah dalam bentuk menanggung dosa yang tidak pernah mereka lakukan.‚ÄĚ(Pembelaan EIS, terdakwa¬†kasus¬†‚Äėpemalsuan SPM‚Äô¬†yang merugikan¬†keuangan¬†negara).

Terus terang, ada rasa sanksi atas penegakan hukum yang masih jauh dari rasa keadilan di negeri ini. Dan kemarin sore (9 Januari 2011), kembali terdengar kabar tidak sedap karena dua orang pegawai negeri sipil (PNS) lingkup kementerian keuangan divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR). Terpidana EIS selaku penandatangan SP2D divonis bersalah 1,5 tahun dan denda Rp100 juta atau subsidaire 3 bulan kurungan, sedangkan ES selaku petugas  FO  divonis 1 tahun dan denda Rp100 juta atau subsidaire 3 bulan kurungan. Continue reading

Pekerjaan Tetap vs Tetap Bekerja

Akhir-akhir ini sering muncul dalam benak saya untuk berpindah pekerjaan dari PNS menjadi wirausaha. Di tengah munculnya pikiran-pikiran tersebut, saya membaca artikel dari Muhaimin Iqbal, pemilik Geraidinar (tempat di mana http://dinaremasku.com menjadi agennya). Berikut kopian artikelnya.

Di masjid komplek tempat saya tinggal, jamaah shalat dhuhurnya kini hampir sama banyaknya dengan shalat fardhu lainnya. Kok bisa ?, bukankah penghuninya pada ke kantor di siang hari ? sebagiannya memang demikian, tetapi cukup banyak yang mulai bekerja di rumah.¬†¬†Yang pada bekerja di rumah ini sebagian memiliki pegawai beberapa orang, maka mereka inilah yang ikut meramaikan masjid di siang hari selain penghuni komplek sendiri. Awalnya orang yang melihat kami siang-siang pada sarungan ke masjid, sering bertanya ‚Äėapakah Anda tidak bekerja ?‚Äô, maka sambil berseloroh kami punya jawaban yang khas untuk ini : ‚Äėkami ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi kami tetap bekerja !‚Äô.

Inilah paradigma baru yang rupanya menular di komplek kami tinggal. Belasan tahun lalu ketika saya mulai masuk komplek ini, saat itu hampir semua orang bekerja di kantor sehingga masjid sepi ketika siang hari. Kini hampir berimbang antara yang bekerja di kantor dan yang di rumah. Sebagian karena usia pensiun, sebagian karena memutuskan untuk berwirausaha sebelum usia pensiun tiba, sebagian lain memang dengan bantuan teknologi kini bisa bekerja dari rumah.

Ada budaya baru yang menarik yaitu orang-orang sarungan atau pakai baju gamis ke masjid siang hari ‚Äď padahal mereka orang-orang yang sibuk. Kok bisa ?, kapan mereka berganti sarung atu gamisnya ? mereka tidak perlu berganti !, karena ketika mereka bekerja di rumah, tidak lagi diperlukan pakaian formal ‚Äď sarungan atau bergamis-pun jadi. Continue reading

KRL oh KRL

Dalam sebulan, selalu KRL menyisakan kekecewaan untuk kami para penggunanya, paling tidak sekali atau 2 kali. Keterlambatan dan keterlambatan tidak pernah absen dari moda transportasi massa sejuta umat ini. Pagi ini KRL rute Serpong kembali menorehkan luka kekecewaan di hati para pelanggan setianya. Para pelanggan yang entah sampai kapan bisa terus bersabar dan membisu ketika didzolimi.

Kapan pihak PT KAI Commuter Jabodetabek akan berbenah dan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada pelanggan setianya? Meski berbagai keluhan dan kekecewaan dilayangkan kepada mereka, mereka tetap bergeming. Ya, mungkin mereka berusaha melakukan sesuatu untuk perbaikan. Tetapi hasilnya belum atau tidak dirasakan oleh pengguna.

Pagi ini saya membaca surat kabar, ada terobosan baru di Indonesia dalam pelayanan jalan tol elektronik. Para pengguna jalan tol tidak perlu berhenti untuk membayar layanan jalan tol (non-stop transaction), hanya menggunakan semacam alat detektor bernama On Board Unit (OBU) buatan Austria. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan para pengguna jalan tol dari sisi waktu dan kepraktisan. Oke, kita sudah lihat usaha PT Jasa Marga dalam memperbaiki layanannya. Giliran PT KAI Commuter Jabodetabek menunjukkan kepada masyarakat, upaya apa yang dilakukannya untuk memperbaiki layanan kepada pelanggannya.