Aurumi Qisthi Qonitat | Opname

Tulisan ini sebagai catatan kesehatan untuk anak kedua kami, Aurumi Qisthi Qonitat. Hari kamis malam kemarin 22 Maret 2012 sekitar pukul 20.00, secara tiba-tiba Qisty muntah darah, sangat banyak. Sebelumnya saat saya gendong, saya mendengar beberapa kali Qisty seperti menulan ludah, sangat intens, sampai saya bilang ke istri saya perihal tsb. Kemudian saya pindahkan gendongan Qisty ke umminya untuk diberikan ASI. Tidak lama, Qisty langsung muntah, darah menggumpal kecil-kecil warna hitam, banyak.

Malam itu juga langsung kami bawa Qisty ke dokter di klinik dekat rumah. Begitu tahu sampel muntahan yang kami bawakan, Dokter langsung menyarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Kurang puas dengan opini dokter tersebut, kami ke dokter di klinik lain. Sarannya juga sama, hanya saja menunggu hingga muntah kedua. Jika tidak muntah lagi, tidak apa tidak ke RS.

Benar saja, sekitar pukul 21.30 selepas diberikan ASI, Qisty muntah darah lagi, lebih banyak. Wajahnya pucat, melihat kami dengan tatapan meminta tolong. Kami langsung menyiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk rawat inap di RS. Kami memilih RS Premier Bintaro untuk perawatan Qisty. Selain lebih dekat dengan rumah, juga soal kualitas pelayanan, dan juga dokternya.

Pukul 22.30 ditangani oleh dokter UGD. Saat di ruang UGD, Qisty muntah untuk yang ketiga kalinya. Kali ini volumenya lebih sedikit. Dokter jaga saat itu melihat sendiri darah muntahannya, dan memperkirakan ada masalah pada pernapasannya, sehingga dia menyarankan untuk foto radiologi paru-paru Qisty. Setelah dia lihat hasil fotonya, menyatakan kemungkinan ada flek pada paru-parunya. Diagnosa awal adalah Hemaptoe, sarannya adalah ruang perawatan isolasi. Saat itu ruang isolasi penuh. Setelah negosiasi, kami diberikan kamar kelas 1 yang  dijadikan sebagai ruang isolasi. Qisty diinfus dan dirawat agar tidak terjadi anemia dan Hb tetap stabil.

Keesokannya, Jumat 23 Maret 2012, pagi jam 10, dokter spesialis anak (ahli pernapasan) datang dan menjelaskan bahwa hasil foto paru-paru Qisty bersih, tidak ada flek. Sehingga dia menyarankan untuk mendatangkan dokter spesialis anak (ahli pencernaan) sebagai dokter konsulen. Dokter pencernaan pun datang, dan meminta serangkaian tes darah untuk memastikan apa penyakitnya. Didatangkan pula dokter spesialis anak (ahli darah) untuk menjelaskan berbagai kemungkinan terkait darah Qisty. Saat itu yang dicurigai adalah adanya infeksi pada pencernaan atau adanya kelainan darah karena alergi. Tes darah dilakukan sampai 3 kali. Kadar Hb dalam darah menurun, leukosit meningkat.  Qisty diminta untuk tidak makan makanan selain ASI. Demikian juga umminya, ada beberapa pantangan makanan : telur, tepung, seafood, kacang-kacangan.

Pada hari Sabtu 24 Maret 2012 Qisty sudah diberi antibiotik untuk mencegah adanya infeksi pada pencernaan. Namun para dokter saat itu masih belum memastikan apa penyakitnya. Kondisi secara tampak mata, Qisty terlihat sehat, aktif dan ceria, meski wajah masih sedikit pucat. Kadar Hb hari ini sudah meningkat, hanya saja leukosit masih tinggi.

Hari Ahad, 25 Maret 2012, dengan berbagai sebab dan juga pertimbangan, kami memutuskan untuk membawa Qisty pulang ke rumah. Saat itu dokter belum mengizinkan untuk pulang, karena masih dalam tahap observasi. Namun keyakinan kami saat itu sangat kuat untuk membawa dek Qisty pulang ke rumah, dan melakukan perawatan secara mandiri. Siang hari pukul 15.00 kami membawa dek Qisty pulang ke rumah. Merawat dengan sepenuh kemampuan kami, dan mendoakannya agar segera pulih sehat kembali seperti sedia kala. Semoga Allah swt segera mengangkat penyakit dari tubuhnya dan menggantikannya dengan kesehatan yang tidak ada penyakit sesudahnya.

Segera sembuh ya dek Qisty. Kami menyayangimu.

4 thoughts on “Aurumi Qisthi Qonitat | Opname

  1. Semoga dek Qisthi diberikan kesembuhan.. Amiin…

  2. “Syafakalloh syifaan ajilan, syifan la yughadiru ba’dahusaqaman” Semoga Alloh menyembuhkanmu secepatnya d’ Qisty, dgn kesembuhan yg tiada sakit setelahnya. Amien…
    Bener2 menghayati perjuangan pengembalian penggunaan emas nih Din, sampe2 bidadari kecil keduanya dikasih nama Au.🙂
    Mampir pertama kali ke blog-mu lg Bro, stelah menemukan semangat u ngeblog lg🙂

  3. Semoga sudah sehat kembali ya mas.
    Wah lama kita tak bersua ya
    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s