Kelahiran Anak Kedua

26 April 2011 malam kami datang ke Rumah Sakit IMC Bintaro –atas rujukan bidan Dyah– untuk kontrol kehamilan menggunakan alat USG (ultrasonography) dan CTG (cardiotocography) oleh dr. Yuni, SpOg. Berdasarkan hasil pemeriksaan, beliau berpendapat bahwa lebih baik dilakukan tindakan induksi dan partus malam ini, karena kehamilan lewat waktu dan gerak bayi sangat aktif. Kami meminta waktu untuk pulang sebentar untuk mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari, dan yang utama mempersiapkan mental.

Pukul 23.00 kami sudah berada di ruang partus (ruang VK) RS IMC Bintaro. Saat itu  di ruang sebelah kami sedang dilakukan operasi caesar pada seorang ibu yang sebelumnya diinduksi selama 24 jam. Alhamdulillah, hal ini tidak memengaruhi kondisi mental istriku. Istriku diinduksi menggunakan infus malam itu. Masih belum ada tanda-tanda mules hingga pukul 03.00. Saya tidur di kursi samping kasur bersalin, terbangung-bangun, dan tak terasa shubuh hampir tiba. Saya minta izin ke istri untuk ke musholla RS. Selepas shubuh berjamaah –pukul 05.00–, saya kembali ke ruang VK, istriku sudah merasakan mules yang datang pergi dengan cepat.

Saat itu bidan jaga sedang tidak di tempat, mungkin lagi sholat pikirku. Lama ditunggu tak juga datang bidan jaganya, padahal istriku semakin ga karuan rasa sakit yang ditahannya, terlebih ada cairan yang mulai membasahi jarik yang dipakainya. Saya pun lari keluar memanggil bidan jaga di ruang bidan. Bidan segera melakukan pemeriksaan dan menelepon dokter Yuni meminta untuk datang ke RS karena sudah bukaan 6. Berkali-kali bidan mengatakan untuk jangan ngeden dulu. Namun rasa mulas istriku semakin menjadi, saya membantu mengelus pinggangnya sesuai saran bidan, untuk sedikit mengurangi rasa mulas.

27 April 2011– pukul 5.50 dokter datang, dan langsung meminta istriku untuk mengejan sesuai komando darinya. Setelah perjuangan kurang lebih 25 menit pada pukul 6.14 wib kepala sang bayi terlihat dan langsung menangis. Lahir dengan normal dan sehat, berat badan 2,950 kg, panjang 46 cm. Alhamdulillah. Telah lahir ke dunia karunia dari Allah swt yang menjadi amanah bagi kami untuk mendidik dan membinanya. Semoga Allah memberikan kemampuan kepada kami menjadi jalan bagi kenalnya anak-anak kami kepada Penciptanya dan juga Rasul-Nya yang mulia saw. Semoga mereka menjadi generasi Rabbani yang membela agama Allah swt, menjadi anak yang cerdas lebih cerdas dari bangsa Yahudi, dan menjadi anak yang senantiasa sehat wal afiat. Aamiin.

9 thoughts on “Kelahiran Anak Kedua

  1. Baca aja merinding…..

  2. wah selamat mas, semoga menjadi anak sholeh🙂

  3. Barokalloh🙂
    kemaren memantau via @dinoyudha

  4. Salam Takzim
    Selamat kang semoga kelak anakmu menjadi anak yang tetap berbakti kepada Allah SWT, kepada orang tua, bangsa dan negara ya
    Kangen euy dengan warnanya
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Barokallah.. selamat untuk anak keduanya ya Dino!
    putra/putri?
    salam buat Tutik!🙂

  6. Baru baca cerita-nya Qisthi … diawal hari kelahirannya.
    Alhamdulillah, kembali dipercayakan Allah dengan lahirnya putri ke-2 …
    Semoga yang didoakan tercapai … Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s