Dompet Bencana

Ketika badai tsunami terjadi di NAD tahun 2004, gempa Jogja tahun 2006, gempa Padang tahun 2009, banjir Wasior, badai tsunami Mentawai, dan meletusnya gunung Merapi tahun 2010, maka banyak kita jumpai kelompok LSM, mahasiswa, ataupun perusahaan (media, perbankan, dsb) yang membuka rekening dompet peduli bencana. Mereka sangat responsif dan inisiatif menggalang dana untuk kemudian disalurkan kepada korban bencana. Tentunya sebagian besar masyarakat Indonesia juga menunjukkan kepeduliannya kepada sesama dengan turut memberikan bantuan dana melalui saluran-saluran yang disediakan tersebut. 

Di sisi lain, ada kelompok yang memilih untuk menerjunkan relawan ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan secara langsung, misalnya ACT for humanity. Mereka dengan sigap melakukan Integrated Disaster Management, dari mulai emergency, rescue, medis, relief, hingga rekonstruksi dan recovery (pemulihan) korban bencana.

Jika melihat kedua tindakan tersebut, maka tindakan kelompok LSM, mahasiswa, ataupun perusahaan (media, perbankan, dsb) dengan menyediakan saluran untuk penggalangan dana kemanusiaan, adalah langkah yang tidak cukup sampai di situ terlebih jika mereka merupakan suatu perusahaan besar. Ada tanggung jawab yang lebih besar selain upaya tersebut, mereka memiliki tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibilty) yang tidak cukup dengan sekadar melakukan penggalangan dana.

Mirisnya, jika aksi penggalangan dana di jalan-jalan itu dilakukan hanya untuk menunjukkan eksistensi suatu kelompok. Ataupun pembukaan rekening peduli kemanusiaan dan ditayangkan di media elektronik maupun cetak, yang hanya sebatas penggalangan dana saja kemudian menyalurkannya, yang entah tepat sasaran atau tidak. Boleh saja hal itu dilakukan, tidak salah, namun alangkah lebih baik dan mulia lagi, jika penggalangan dana tersebut juga diikuti dengan langkah nyata lainnya, langsung turun ke lokasi bencana. Tentunya dengan bekal ilmu Disaster Management yang baik pula sebelum turun ke lokasi bencana.

4 thoughts on “Dompet Bencana

  1. lebih baik memang diserahkan pada ahlinya
    Bencana alam memiliki karatesristik yang berbeda dampak yg terjadi. Dan penanganan juga perlu berbeda.

  2. Yang miris, ada kelompok oknum tertentu yang mengumpulkan sumbangan untuk korban bencana padahal entah uang-nya kemana….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s