Filosofi Rumah Tangga Islami

Ini hasil ketikanku menggunakan Jackie saat kajian dhuhur di Majid Baitul Hasib (Masjid BPK) tanggal 16 Ramadhan 1431 H atau 26 Agustus 2010.

Alasan menikah itu hendaknya :

  1. karena melaksanakan perintah Allah,
  2. menjalankan sunnah Rasulullah saw,
  3. untuk menjaga diri,
  4. memperpanjang hidup/usia, yaitu dengan lahirnya anak-anak shalih dan shalihah.

Berumah tangga adalah bagian dari ibadah, oleh karena itu untuk beribadah diperlukan 2 syarat, yaitu niat yang ikhlash dan caranya harus benar sesuai dengan petunjuk Allah swt dan RasulNya.

Berumah tangga harus benar filosofinya, yaitu:

  1. Niatnya untuk beribadah,
  2. Rumah Tangga Islam (RTI) hendaknya memiliki perencanaan sampai ke akhirat. RT yang utuh , sakinah, akan dapat bersatu lagi saat di surga. Saling mengingatkan untuk beramal shalih, dan saling memberi inspirasi. Shalih itu sendiri sangat luas, ada shalih secara individual dan ada shalih secara sosial (berinteraksi dengan masyarakat),
  3. RTI yaitu keluarga yang yakin bahwa kebahagiaan RT adalah anugerah dari Allah swt kepada orang-orang yang dikehendakiNya, yaitu orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah. Kebahagiaan itu ada pada saat anggota keluarga beriman dan bertakwa kepada Allah swt. RT yang dicampurtangani oleh Allah swt akan menjadi lebih baik.
  4. RTI yaitu yang seluruh anggota keluarganya memiliki semangat kerjasama yang baik, saling melengkapi, dan saling membutuhkan. Walaupun ada pembagian tugas, namun itu hanya pengaturan saja, bukan untuk saling mendominasi. Jadi, semangatnya adalah semangat kerjasama.
  5. Berumah tangga seperti berkebun, ingin mendapatkan hasil dari berkebun dengan hasil yang terbaik.  Adapun langkah-langkah untuk mendapatkan hasil yang terbaik yaitu:
  • tanahnya baik, subur, sesuai dengan jenis tanaman yang ingin kita tanam. Calon istri adalah wanita yang baik, shalihah.
  • bibitnya sehat, unggul. Calon suami adalah laki-laki yang baik, shalih.
  • ditanam dengan cara yang baik, proses menanamnya baik.
  • dipupuk dengan pupuk yang baik, dijaga dan dirawat dengan baik. Saat hamil banyak membaca alquran, sholat malam. Suasana beribadah dibangun dengan baik.
  • tanaman yang tumbuh dijaga dengan baik, agar tidak terkena hama/gangguan.

6. Memfungsikan RT sebagai:

  • benteng (memberikan keamanan)
  • madrasah (mengajarkan dan mencontohkan), mencontohkan itu tidak pernah tergantikan oleh orang lain, orangtuanya sangat berperan.
  • rumah sakit (menyembuhkan penyakit, terutama hati/jiwa).
  • sebagai masjid.

One thought on “Filosofi Rumah Tangga Islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s