Mendapatkan SIM C Baru

Saat liburan pekan lalu, saya menyempatkan diri untuk mengurus pembuatan SIM C di Satlantas. Berbekal pengalaman pertama, saya mulai mengurus kembali dari awal hingga akhir proses pembuatannya. Berikut ringkasannya.

1. Mendatangi dokter Satlantas untuk cek buta warna atau tidak. Kalau ga buta warna, keluar surat sehat seharga Rp 30.000,-.

2. Mengambil formulir permohonan SIM, bayar Rp 1.000,- untuk dana PMI (Palang Merah Indonesia).

3. Isi formulir, kemudian dibawa ke ruang ujian Audio Visual (ujian teori) beserta fotokopi KTP dan surat sehat tadi.

4. Menunggu giliran untuk ikut ujian teori. Ujian teori berdurasi 30 menit itu dikerjakan hanya dengan menekan tombol benar atau salah untuk setiap pertanyaan yang muncul di layar.

5. Setelah dinyatakan lulus ujian teori, selanjutnya ujian praktik. Ujiannya gampang, kecuali bagian U Turn. Saya gagal di ujian ini. Tapi karena saya (dan sebagian besar pemohon SIM C) memiliki sertifikat dari Lembaga Pendidikan Mengemudi, maka kegagalan di ujian praktik ini tidak menjadi masalah. SIM C tetap keluar.

6. Keesokan harinya, tinggal foto dan jadilah SIM C. Dengan total biaya kurang lebih 350.000,-

Saya ingin becerita tentang sertifikat mengemudi tersebut. Di sinilah letak rahasianya mereka yang gagal ujian, tapi tetap bisa mendapatkan SIM C. Ketika pemohon melampirkan selembar sertifikat mengemudi seharga Rp 225.000,- ini, maka akan lolos verifikasi di Satlantas. Sepertinya memang ini satu-satunya cara untuk mendapatkan SIM C. Karena jujur saja, susah untuk melalui ujian praktik U Turn. Bahkan saya yang sudah bertahun-tahun mengendarai motor, gagal dalam ujian U Turn tersebut. Apalagi mereka yang benar-benar baru belajar mengemudi motor. Memang Pak Polisi yang mempraktikkan ujian U Turn tersebut, bisa melaluinya, entah bagaimana triknya. Tapi bisa saya katakan semua pemohon SIM saat itu (sekitar 40-an orang) gagal semua melewati ujian U Turn, ada juga yang sudah gagal saat masih di ujian zig-zag.

Semoga informasi ini bermanfaat.

17 thoughts on “Mendapatkan SIM C Baru

  1. bukannya kalo perpanjang ga usah ujian teori lagi?

  2. hm…kalo gini, beda Polisi dan Tentara sangat terlihat sekali

  3. wah mas..
    mahal skali ya…
    bukannya biaya nya cuma 100.000?

  4. wah, mumpung dua bulan lagi gw genap 16 tahun, bisa dipelajari dari sini nih. hohoho.. nice share bro😉

  5. dulu aku kok gak pake ujian praktek ya?
    lha wong nembak. Hehehe. Masih ingusan sih. Masih dua esema

  6. dengan kata lain, hampir semua pengadaan praktek SIM menyalahi hukum? pak polisinya sengaja mendesain seperti itu?hmmm, naif, masyarakat cuma bs ‘manut’, klo enggak cuma ‘dipersusah’ hehe

    • ya ga bisa digeneralisir juga sih.. mungkin memang masih seperti itu kebanyakan pelayanan publik di Indonesia. Manusia atau sistem yang kurang pas? bisa kita lakukan penelitian untuk itu..🙂

  7. Sistem birokrasi kita memang seolah-olajh dibuat untuk mengarahkan dan mengajarkan masyrakat kita untuk mencari jalan yang “mudah” untuk pengurusan SIM dan hal lainya. Tentunya dengan permainan seperti itu. Seperti slogan “KALO BISA DIPERSULIT, KENAPA DIPERMUDAH?” – Smpe kapan mau begini???????

    http://www.anekakita.com
    Anekakita.com Tempat Belanja Termurah dan Terpercaya

  8. Wah Informasinya bermanfaat sekali. Tapi jujur saja... saya ingin sekali para pengendara kendaraan itu punya SIM yang bener, bukan main tembak. Soalnya saya merasa jalanan sudah seperti Medan perang..

  9. kalau KTP diganti dengan kartu pelajar bisa gak ?waktu membuat SIM …..??

  10. buat suratnya dmana boss?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s