BEM se-Jabodetabek Training ESQ, untuk Kebangkitan Nasional

Selasa, 23 Mei 2006

BEM se-Jabodetabek Training ESQ, untuk Kebangkitan Nasional

Lebih dari 300 aktivis mahasiswa dari puluhan kampus se-jabodetabek berkumpul di Plaza Pupuk Kaltim Jakarta untuk melakukan training ESQ. Mereka merasakan manfaat besar ESQ. Para utusan Badan Eksekutif Mahasiswa itu pun berniat mengadakan in-house training dan merumuskan untuk mengganti tradisi Opspek dengan training ESQ.

Mei adalah bulan yang sarat dengan peristiwa besar penuh hikmah. Mulai dari Hari Pendidikan Nasional, hingga Hari Kebangkitan Nasional dan Gerakan Reformasi 1998, antara lain dipelopori oleh gerakan mahasiswa, yang baru saja diperingati.

Bukan kebetulan bila pada 6-7 Mei 2006, terselenggara in-house training Generasi Emas yang diikuti oleh ketua dan utusan dari Badan Eksekutif Mahasiswa di Jakarta Bogor, Depok, Tangerang Bekasi, dan Bandung angkatan pertama.

Pesertanya berjumlah 315 orang yang berasal dari berbagai kampus. Diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Trisakti, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Universitas Tarumanegara (Untar) , Universitas Bina Nusantara (Binus), Institut Ilmu Hadits Darussunnah, Institut Ilmu Qur’an (IIQ), Sekolah Tinggi Islam dan Ekonomi (STIE) SEBI, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”, Universitas Mustopo (Beragama), Universitas Indonusa Esa Unggul, Institut Teknologi Indonesia (ITI), dan Perbanas.

Mereka menyadari bahwa kecerdasan intelektual hanya berdampak 6%-20 % dalam pembangunan SDM. .Ternyata ada dua kecerdasan lainnya yang juga penting. Itulah kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) yang diperkenalkan dan dilatihkan selama dua hari penuh dalam training ESQ. “Genarasi muda dari kampus, khususnya pengurus BEM, dikumpulkan Allah untuk membangkitan Indonesia,” komentar Dino Yudha Anindita, Wakil Presiden Mahasiswa STAN. “ESQ tidak hanya untuk kalangan tertentu, tetapi untuk semua pihak, termasuk mahasiswa sebagai penggerak. Kini mahasiswa juga memikul amanah yang diemban saat training berakhir,” ungkapnya. Sementara Indra, wakil dari BEM STPDN menyatakan: “Bangsa emas ada karena pemimpinnya adalah pemimpin emas (mulia-red). Dan itu harus dimulai dari kampus,” tegas Indra.

“Saya yakin, para pemimpin mahasiwa yang menjadi peserta kali ini akan lebih banyak berpikir, dan membangkitkan kreasi dalam memimpin lembaganya. Dan saya yakin akan membuat perubahan yang besar dalam lembaganya masing-masing,” ucap Maulana Yasir, Ketua BEM Fakultas Teknik UI.

Dino, Indra, Yasir, dan seluruh peserta training Generasi Emas merasakan banyak perubahan dan manfaat dari pelatihan ini. Diantaranya, mengenai jati diri dan menjawab pertanyaan fundamental: “siapa saya”, “siapa pencipta saya”, “untuk apa saya dilahirkan”, dan “hendak kemana saya?”.
“Pelatihan menyadarkan `siapakah saya’. Karena itu, hilanglah sifat keakuan dan keegoan tetapi kebersamaa. Tidak hanya melihat satu sisi, tapi juga memandang dari berbagai sudut yang berbeda,” tutur Abdullah Syafi’i, Pembina BEM IIH Darussunnah. “Kita bisa menyatukan visi dari teman-teman di dalam kampus Darussunnah. Dan dapat meningkatkan kinerja dan keakraban, akan sangat membantu mutu dari santri-santri, kualitas pendidikan dan spiritualnya,” imbuh mahasiswa yang sedang mengambil Akta 4 dari UIN ini.

Tengku Denni Pratama, Menteri Dalam Negeri Kepresidenan Mahasiswa Trisakti bertekad akan membuat program kerja agar Trisakti menjadi Kampus Emas. “Kita mengembangkan nilai 165 ke anak-anak tongkrongan. Generasi Justru dibangun dari bawah dulu. Kita pupuk dari akarnya agar ke atas nanti kita bisa lebih matang,” jelas mahasiswa jurusan Teknik Perminyakan itu. Sementara Ajipadma Dhara Kusumaningtyas dari Dewan Perwakilan Mahasiswa Kelurga Mahasiswa IPB menyatakan ESQ mengajarkan kita belajar cinta kepada Allah secara integral.”Bukan fanatisme agama atau golongan, tapi toleransi juga diterapkan di muka bumi, bagi siapa saja,” tutur Kordinator Badan Pelaksana I di organisasinya ini. Dan penanaman kecerdasan emosi dan spiritual membekalinya untuk mengasah hati.”Setelah lulus kuliah, tidak hanya IQ yang terpakai, tetapi juga dengan hati. Kalau kita kelak kita menjadi manajer, pemimpin negara, atau apapun, kita tetap memegang teguh tujuh nilai dasar ESQ seperti kejujuran dan disiplin,” tambahnya.

Indra dari STPDN menegaskan bahwa setelah training berakhir harus ada keterlanjutan, yaitu menerapkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, visioner disiplin, kerja sama, adil, dan kepedulian dalam keseharian. Ia pun mengutarakan butir-butir kesepakatan pertemuan wakil-wakil BEM se-jabodetabek itu yang dilaksanakan beberapa saat sebelum penutupan. Intinya, para pimpinan BEM itu sepakat untuk menyebarkan ESQ ke dalam internal kampus masing-masing. Untuk itu, masing-masing kampus harus menggodok programnya masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi kampus. Pertama, mengganti tradisi Opspek dengan training ESQ. “Kita akan mengubah paradigma Opspek yang selalu penuh dengan kekerasan dan balas dendam. Kita akan jadikan Indonesia yang bersahabat, bermartabat,” tuturnya. Program kedua adalah mengupayakan in-house training ESQ di kampus masing-masing.

Sedangkan yang ketiga adalah menggalakkan gerakan kepedulian sosial untuk melawan kebobrokan, kemiskinan, dan kebodohan di dalam kampus dan pada masyarakat sekitarnya.

Nilai-nilai spiritualitas bangkit di kalangan para pemimpin mahasiswa. Semoga ini petanda lahirnya Indonesia Emas 2020.. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Rektor UI Prof Usman Chatib Warsa saat menutup pelatihan: “Anda-Anda ini adalah yang akan membawa Indonesia lepas dari kesulitan yang sedang dialami, yaitu kepada Indonesia Emas yang akan datang”.

Sesungguhnya mereka adalah pemuda pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS 18:13)

Sumber: http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=BAkGUglVDgFV

One thought on “BEM se-Jabodetabek Training ESQ, untuk Kebangkitan Nasional

  1. nice….salam kenal……
    thank…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s