Pelayanan ala PNS dan Swasta

Kemarin saya merasakan untuk kesekian kalinya, betapa kurang hangat dan bersahabatnya orang-orang yang berpredikat sebagai PNS. Sangat berbeda dengan sikap ramah dan penuh dengan pelayanan dari orang-orang di sektor swasta atau BUMN.

Ketika itu saya datang ke salah satu unit organisasi pemerintahan, masuk ke ruangan sekretaris pejabat. Saat itu sang sekretaris sedang memegang gagang telepon, sepertinya hendak menelepon seseorang, karena saat itu sedang tidak berbicara. Saya masuk memberi salam, dan menyampaikan maksud kedatangan saya secara singkat, sambil berdiri dan menunggu sang sekretaris meletakkan gagang teleponnya. Namun saat itu, sang sekretaris terus saja mengulangi memencet nomor telepon sambil memeriksa sesuatu di BB-nya.  Apa yang saya pikirkan adalah, mbok yao, orang yang ada di depannya itu didahulukan. Saya maklum kalau sang sekretaris sedang berbicara dengan lawan bicaranya di telepon, lantas ‘mencuekin’ saya. Tapi kondisi saat itu beda, dia sedang berusaha menghubungi seseorang, asyik mendengarkan nada sambung telepon, dan ‘mencuekin’ saya.

Kemudian pada hari yang sama saya dan teman saya datang ke unit organisasi lainnya. Mencari seseorang, dengan berbekal informasi lantai tempat orang tersebut berada, kami memberanikan diri untuk masuk ke salah satu ruangan di lantai tersebut. Saya masuk, mengucap salam dan kata permisi. Namun tak ada yang menjawab, saya tahu salah satu dari mereka ada yang melihat saya, dan membiarkan. Setelah itu baru ada yang menjawab. Ternyata orang yang saya cari sedang rapat. Kemudian kami menunggu di depan lift lantai tersebut, tidak ada kursi atau sofa di situ, jadi kami berdiri di situ seperti anak ilang, kurang lebih 30 menit. Banyak orang yang lalu lalang, melihat kami yang berdiri di situ, tak ada yang menyapa.

Sangat berbeda sekali dengan apa yang dilakukan oleh pegawai swasta atau BUMN. Taruhlah misalnya di Bank Mandiri atau Muamalat. Begitu mendekat ke pintu, sudah ada satpam yang membukakan pintu dan menyapa dengan ramah sambil berkata, “ada yang bisa saya bantu?”. Malah terkadang mereka yang datang merasa risih dengan pelayanan yang seperti itu, dan menolak untuk menjawab sapaan ramah satpam tersebut. Kemudian saat ke customer service, sesibuk apapun mereka, mereka akan segera merapikan meja mereka dari kertas-kertas dan menyapa nasabah yang ada di depannya, dengan berkata, “ada yang bisa saya bantu?” Bahkan kemarin saya mendapatkan email dari CS Bank Muamalat yang menanyakan perihal aktivasi PC Banking saya. Membuat saya terkesan. Beratus ribu atau bahkan puluh juta nasabah Bank Muamalat, namun mereka masih bisa menyempatkan mengirim email kepada salah satu nasabahnya, hanya untuk menanyakan yang menurut saya tidak ada kaitannya dengan kepentingan mereka, murni untuk kepentingan saya. Saya sangat terkesan.

Atau misal ke swalayan ritel Indomaret, begitu masuk langsung disambut dengan “selamat datang dan selamat berbelanja”.

Atau misal ke Antam Logam Mulia, ketatnya sekuritas tak mengurangi sikap ramah mereka dalam melayani. Begitu tampak ada orang yang terlihat kebingungan langsung disapa. Tambahan, ada wifi gratis di ruangan nyaman tersebut.

Kapan ya PNS-PNS kita yang bisa dikatakan rata-rata berpendidikan tinggi itu bisa bersikap ramah layaknya Satpam atau Sales Girl yang bisa dikatakan rata-rata lulusan SMA itu?

7 thoughts on “Pelayanan ala PNS dan Swasta

  1. hmmm… terus kira2 faktornya apa akh? apakah karena memang tidak ada motivasi untuk melayani publik ya para PNS itu? atau imbalan atas jasa PNS yang masih dirasa kurang? atau lagi tidak adanya semacam penekanan harus adanya pelayanan publik yang baik?

    • sepertinya yang ketiga.. karena atasan secara khusus atau pemerintah secara umum kurang menekankan akan arti pentingnya pelayanan yang maksimal kepada stakeholder.

  2. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Padahal mereka semua (PNS) itu gajinya pakai uang kita. Pelayan yang sering kali sok menjadi raja.

  3. waha, menurut saya itu tergantung individu to mas.
    salam kenal mas dino.😀

  4. maap ya kang, saya selalu pesimis denger namanya “pelayanan pns”,dimana pun itu, mungkin kelak sampe negri ini punya pemimpin hebat yg bisa mewujudkan antiparadok itu. kadang saya miris, datang ke bank swasta dilayani dengan senyum sapa dan cukup memuaskan, tapi datang ke tempatnya “penguasa” (baca=dinas pemerintahan dan sejenisnya) menjadi kontra. sangat kontra. padahal kerjaan pns kn (maaf), enak sekali. datang, absen, ngopy,baca koran, istirahat dll🙂, tapi mereka dibayar oleh urang rakyat. klo swasta dibayar oleh banyak orang juga (rakyat, tp tidak sebanyak kerjaan “penguasa”)….
    ..semoga para pns segera sadar, mereka bukan saja bekerja kyk di swasta, tp MENGABDI..dan semoga kelak klo saya jadi pns juga ingat itu.amin!

  5. Kadang qt memang dtuntut atasan untuk bersikap cuek. Karena tak jarang bhkan teramat sering yg datang ke kantor kami adalah LSM2 yg ga jelas(ujung2nya minta duit), organisasi2 yg mnta bantuan,dan juga wartawan.
    Padahal kerjaan atasan n kami seabreg, capek kl trs2an melayani mereka2 itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s