Pusat Studi Islam (Ma’had)

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan kegiatan MBM Expo 2010.

Keberadaan Pusat Studi Islam atau Ma’had saat ini benar-benar dibutuhkan, sebagai tempat menimba ilmu akhirat dan sarana dalam menggerakkan diri untuk beramal islami dalam kehidupan keseharian. Tempat-tempat seperti ini dihadiri oleh malaikat dalam setiap majelisnya, yang insya Allah penuh keridhoan dari Allah swt kepada mereka para penuntut ilmu dan juga kepada para asatidz yang berwakaf dengan ilmu yang dimilikinya.

Barangsiapa yang memudahkan langkah menuju majelis ilmu, Allah akan memudahkan langkahnya menuju jannah-Nya.

Kehidupan modern saat ini yang serba padat merayap dikejar oleh waktu, dibatasi oleh berbagai kegiatan duniawi, menjadikan ummat muslim terlalaikan dari menuntut ilmu ukhrowi. Mereka memberikan perhatian yang minim terhadap ilmu-ilmu itu, dengan hanya memberikan porsi waktu 30 menit sepekan, yaitu setiap sholat Jum’at, atau 2 jam sepekan yaitu pada pertemuan pekanannya. Mungkin dengan tambahan membaca buku islami, yang porsinya pun hanya sedikit. Cukupkah itu untuk menggali ilmu yang mendatangkan keridhoan Allah swt?

Masih kurang.

Ummat muslim perlu dan wajib mengalokasikan waktu lebih untuk menuntut ilmu ini. Menyempatkan diri menghadiri majelis-majelis ilmu, seperti di Pusat Studi Islam (ma’had-ma’had), pusat belajar bahasa Arab, Pusat Studi Qur’an (Lembaga Tahsin dan Tahfidz Qur’an), dan masih banyak lagi. Tentunya biaya dalam menuntut ilmu ini tidaklah seberapa bila dibanding dengan uang yang kita cari setiap hari. Manfaat yang datang jauh lebih besar dalam kehidupan kita, dunia dan akhirat, insya Allah, sekaligus menjadikan harta kita berkah.

Mengapa ke tempat-tempat ini?

Ya, ilmu itu harus diperjuangkan, harus didatangi, tidak menunggu ilmu itu datang sendiri, dan menjadikan diri kita shalih. Mengapa bahasa Arab dari siswa/murid adalah ‘Thoolib’? Thoolib memiliki akar kata Tholaba, yang artinya meminta. Ya, tentunya karena ilmu itu harus diminta, dituntut, tidak menunggu datang kepada kita dengan sendirinya, meskipun dalam hal tertentu ilmu itu dimungkinkan hadir sengan sendirinya, tapi dengan persentase yang sangat kecil.

Mari, kita upayakan diri ini untuk coba ikut dan istiqomah dalam menuntut ilmu di tempat-tempat Pusat Studi Islam, Pusat Studi Qur’an, atau majelis-majelis ilmu lainnya. Mari kita BERAMAL dengan ILMU. dan MENUNTUT ILMU dengan IKHLASH.

Semoga bermanfaat.

-siswa kelas Bahasa Arab mustawa 4 Al-Manar-

gambar diambil dari http://koran.republika.co.id/, merupakan Pusat Studi Islam di London.

4 thoughts on “Pusat Studi Islam (Ma’had)

  1. aku pikir gmbr ini di indonesia eg gataunya di lebanon. mahad-mahad kita diindonesia tidak sebesar ini. Menuntut ilmu butuh waktu dan perjuangan. dan berusaha terus nerus. salam sehat selalu

    • memang untuk model blogspot yang seperti anta pakai, susah.. sudah digoogling, banyak yang mengalaminya.. katanya karena pakai indosat boradband..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s