Indahnya Sastra Arab

Dalam kursus bahasa Arab di level 4 Al-Manar, saya mendapat pelajaran Balaghah dan Adab, yang keduanya sama mempelajari tentang sastra Arab. Banyak ilmu sastra Arab yang saya dapat dari para asatidz ilmu ini. Di antaranya nash-nash yang wajib kami hafal, penuh dengan makna dan keindahan bahasa Arab. Yah, pemahaman saya tentang bahasa Arab masih rendah, maka keindahan itu tidak sepenuhnya bisa saya rasakan kecuali yang diceritakan oleh asatidz.

Ketiga nash yang wajib kami hafal dalam pelajaran Adab adalah: Khutbah Rasulullah saw saat Haji Wada’, Thoriiqu Assiyaadati wa asy-syarofi (Jalan Kepemimpinan dan Kemuliaan), dan Washfu ar-Robiy’u (Deskripsi Musim Semi). Dari ketiga nash ini, yang belum saya hafal adalah nash yang pertama, khutbah Rasulullah saw, sedangkan dua lainnya hafalnya ngadat-ngadat..hehe.

Singkat saja tentang isi ketiga nash ini.

Nash pertama: Rasul memberi wasiat kepada manusia, di antaranya: jangan berbuat dzolim dan jangan sampai didzolimi, rasul meninggalkan 2 perkara yang jika kita berpegang padanya tidak akan tersesat yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, dan juga bahwa setiap muslim adalah bersaudara.

Nash kedua: ini adalah sastra berupa wasiat dari seorang ayah — Dzul Ishba’– kepada anaknya –Usayd–. Inti wasiatnya di antaranya, jika kita ingin mendapatkan kepemimpinan dan kemuliaan maka jaga sikap kepada sesama, rendah hati, memuliakan yang lemah, dermawan, memuliakan tetangga, dsb.

Nash ketiga: sastra ini menceritakan tentang keindahan musim semi yang ditulis oleh Abu Ibadatil Waliid Ibn ‘Abiid Ath-Thooiy. Nash ini bagian ‘ajz-nya berakhiran mim, dan ini menjadi ciri dari sastra Arab, bahwa selalu ada musikalitas di dalamnya. Bahkan Imam Syafi’i pernah membuat 1000 bait syair  dengan konsistensi musikalitasnya, serta tanpa menyalahi kaidah nahwu sedikitpun.

Beruntung sekali kami dibimbing oleh Ustadz Mujahid yang dalam tesis S2-nya membahas tentang konsistensi musikalitas sastra Arab, jadi sangat kompeten. Beliau juga ustadz Nahwu kami.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

3 thoughts on “Indahnya Sastra Arab

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Indahnya belajar bahasa Qur’an. bahasa Arab.

  2. heemm, gw cuma belajar bahasa arab yang buat sehari-hari aja. bukan bahasa arab alquran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s