Kebenaran adalah Kebenaran

Seorang Pelaut yang sudah 3 tahun berlayar dan tak pernah sekalipun mabuk laut, kali ini dia mabuk laut. Sang Kapten kapal melihat kejadian tersebut dan mengumumkan di papan pengumuman yang bisa dilihat oleh pelaut lainnya.

“Tadi malam, ada seorang pelaut yang mabuk laut.”

Membaca pengumuman itu, sang Pelaut merasa terancam karir dan reputasinya di hadapan sejawatnya. Kemudian, dia mendatangi Sang Kapten, memintanya untuk menambahkan kalimat di papan pengumuman tersebut, “yang baru terjadi sekali ini selama 3 tahun.”

Namun Sang Kapten menolaknya sembari mengatakan, “Aku menuliskan kebenaran”

Sang Pelaut berpikir keras. Kemudian, dia mendapat ide.

Keesokannya, di papan pengumuman sudah tertulis, “Kapten kapal tidak mabuk laut tadi malam.”

Membaca ini, Sang Kapten mendatangi Pelaut, karena merasa reputasinya dipertaruhkan di hadapan Anak Buah Kapalnya.

Kapten meminta untuk ditambahkan kalimat, “dan malam-malam lainnya pun tidak.” Sang Pelaut menolaknya sembari mengatakan, “Aku menuliskan kebenaran”

———————————–

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari cerita di atas? (teman-teman bisa menambahkannya).

Kebenaran adalah kebenaran. Namun kebenaran yang tidak disampaikan dengan cara yang benar, akan menjadi kesalahan.

Makanan seenak apapun, jika disajikan dengan cara yang tidak estetis, akan terasa kurang “maknyus”.

10 thoughts on “Kebenaran adalah Kebenaran

  1. Selamat tahun baru 2010
    Semoga selalu dapat temen baru
    Rejeki baru
    Tapi bukan istri dan pacar baru!

  2. setuju gan. kebenaran hrs disampaikan dg cara & etika yg pas. salam. happy new year. tukaran link yuk gan?

  3. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Sepertinya hal ini yang sering ‘dimanfaatkan’ oleh kita terutama media cetak, ya?

  4. You’ve got the point!
    Kadang kebenaran dipenggal-penggal jadi maknanya beda.

    @alamendah: bener banget, kadang media suka maen penggal sendiri.. Yg dirugiin kita..

  5. cerita simple…intinya the rigth things in the right place😀

  6. yang begini ini biasanya kerjaan media jaman sekarang… dia yang nulis berita, eh korban berita yang suruh kelarifikasi (meng-kelar-kan masalah)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s