Fenomena Menikah di Kalangan Mahasiswa STAN

menikahMahasiswa STAN sangat terkenal dengan cerdasnya, akhlaknya yang baik, dan orangnya yang lugu-lugu. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak “kampung” yang tumbuh dan berkembang di lingkungan desa, namun tetap memiliki otak yang brilian dan semangat belajar yang tinggi.

Ada satu hal lagi yang unik dari mahasiswa STAN, khususnya mereka yang sudah lulus (atau baru lulus), yaitu Setelah Tamat Akad Nikah. Dan memang benar begitu adanya. Sejak jaman berpuluh tahun yang lalu, hal ini sudah ngetrend di kalangan mahasiswa STAN. Sebuah fenomena yang turun temurun.

Tak sedikit mereka yang setelah yudisium, segera melangsungkan akad nikah, dan saat wisuda sudah membawa “gandengan”nya. Atau mungkin yang sering yaitu, beberapa bulan setelah wisuda, akad nikah. Dan untuk mereka yang menikah lebih dulu, bahkan mendapatkan piala bergilir lebih awal.

Fenomena ini tidak terlepas dari kondisi mereka yang sudah mendapat “kepastian” untuk menjadi PNS, dan secara finansial pun akan lebih dari cukup untuk “hidup”. Mereka berpikiran, daripada pacaran lama-lama ngabisin duit, mending nikah aja langsung. Atau, daripada pacaran itu dosa, mending langsung nikah aja.

Namun ada pula yang menikah karena euforia dari adanya fenomena ini. Mereka yang menikah karena “dorongan” dari teman-teman yang terus bertanya, “kapan nyebar undangan?”, atau “kapan datangin calon mertua?”, atau “kapan nyusul?”, dsb dsb.

Namun tetap saja, masih lebih banyak di antara mahasiswa yang memilih untuk “membahagiakan” orangtuanya terlebih dahulu sebelum memikirkan nikah. Misalnya memperbaiki rumah di kampung, atau menyekolahkan adik-adiknya, atau membelikan orangtua sawah, sapi, dsb.

Sangat disayangkan bagi mereka yang sudah menjatuhkan hatinya pada satu pilihan, yang kemudian ketika melamar justru ditolak mentah-mentah. Atau juga, sangat disayangkan bagi mereka yang sudah terlanjur menautkan 2 hati ketika masih duduk di bangku kuliah, dan ternyata tidak jadi menikah. Semuanya tidak ada yang bisa memastikan, kecuali Allah swt.

Oleh karena itu, saya sebagai alumni STAN yang sudah menikah, sangat menganjurkan kepada anak STAN maupun alumni STAN yang belum menikah, HATI-HATI JAGA HATI! Jika memang belum sanggup atau belum ingin menikah, tahanlah dulu untuk tidak “bermain api”.

Meski saya menyadari, kehidupan anak STAN sekarang tidak seperti apa yang diceritakan oleh kakak-kakak senior di zamannya dulu. Jalan berduaan saja merasa malu, apalagi pegang-pegangan tangan, nonton bioskop berdua, jalan-jalan ke mall berdua, ciuman, dsb. Anak-anak STAN sekarang cenderung lebih “gaul” dengan segala makna yang menyertainya.

MUNGKIN bisa disimpulkan, mereka yang menikah sesaat setelah wisuda ataupun mereka yang menikah beberapa bulan setelah wisuda adalah anak-anak STAN yang ingin menjaga diri dari makna “gaul” dan derivatifnya. Semoga Allah memberi keberkahan kepada mereka yang menikah untuk tujuan itu.

Ditulis pada “musim nikah” anak-anak STAN di bulan November 2009.

10 thoughts on “Fenomena Menikah di Kalangan Mahasiswa STAN

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Menikah saat masih kuliah bikin repot, menikah setelah wisuda mana kuat?
    Wekekekek

  2. tambahan mas, kata orang tua nih dan kayaknya hadits juga ada, kalau sedang mencari ilmu jangan tergoda dengan sesuatu di antara dua paha, jadi kacau cari ilmunya. ya dari pada zina dan maksiat mending nikah saja. yang nggak boleh dan harus di berantas kumpul kebo mas. he..

  3. hehehe.. posting di blog ini sesuai musim toh ternyata.. kalau menurut saya, menikah itu lebih cepat lebih baik..

    • nggak juga sih…sesuai mood saja.

      menikah lebih cepat lebih baik? ah nggak juga sih…ini debatable nih pernyataan kayak gini.

      yang lebih baik, kalo dah siap nikah, segerakan saja.

  4. rencana menikah setelah ada gelar dr. & hafalan min 5 juz.. insya Allah…

  5. menikah lebih cepat, repot awalnya, tapi pensiun anak-anak udah lepas. Kalau bantu orang tua iu pun baik hitung-hitung mengingat jasanya yg tak mungkin kita balas.Lihat kondisi masing-masing sajalah.

  6. kalo udah mampu, lebih cepat lebih baik…hehe

  7. Bahagia juga denger teman2 mahasiswa cepet2 nikah
    hehehe99x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s