Penatku dan Senyumnya

Sudah lama tidak menulis.

IMG_0213Setelah sekian lama tidak merasakan macet pada jam pulang kantor di Jakarta, akhirnya hari ini saya merasakannya lagi.

Kuliah Umum hari ini diisi oleh Kepala Bagian Pengawasan Efek Bapepam LK, Bpk. Samsul Hidayat, tentang Kebijakan Pengawasan Pasar Modal dan lembaga Keuangan.

Pada sesi kedua, Direktur Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Bpk. Wijanarko, tentang Perkembangan Utang Negara.

Selepas kuliah umum di Purnawarman, saya menuju ke kampus, ada sidang paripurna BLM, hingga maghrib.

Setelah sholat maghrib di masjid An-nashr, perjalanan 1 jam pun dimulai. Polusi asap, padatnya jalanan oleh mobil dan motor, polisi lalu lintas yang “berserakan” di mana-mana.

Sampai di rumah, terasa tubuh ini capek dan penat.

Melihat senyumnya…subhaanallah, hilang penat dan lelah yang menggelayut. Cuci tangan, cuci kaki, cuci muka. Menggendongnya..subhaanallah..nikmat Allah yang sangat mengharu biru.

Afifah, jadilah anak yang shaalihah. Penyejuk hati kedua orangtuamu.

9 thoughts on “Penatku dan Senyumnya

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    anak memang buah hati yang selalu menjadi penyejuk dan penyemangat hati. Semoga menjadi anak sholihah

  2. Aku titip bayiku di sini:
    http://tertiga.wordpress.com/2009/02/17/bayi-mimpi-apa/
    Soalnya hingga kini belum ada respon yg cocok dgn reka-rekaanku.Kali-kali di sini ada yg punya pengalaman berharga dari pengamatan kita pada bayi ketika dia sedang tidur. Pengamatan Ibunya mungkin lebih bermakna Terima kasih!
    Selamat menjadi Bapak yg baik!

    Salam Damai!

  3. anak mas dino udah tambah gede ya… udah ada rencana tambah momongan belum neh???

  4. betapa kebahagiaan kita serasa sempurna ya Mas Dino, dengan hadirnya anak2 diantara kita.
    Subhanallah, titipan yg hrs kita jaga dgn baik.
    capeknya mata eyang bunda menatap monitor juga jadi ikut segar, setelah lihat fotonya Afifah.
    Selalu sehat ya anak cantik, semoga jadi anak yg shalihah, amin.
    salam hangat utk ummi.
    Salam.

    • benar sekali bunda.
      Semoga kami bisa menjadi orangtua yang mampu mendidiknya sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

      Terima kasih doanya, bunda,,,Insya Allah salamnya akan saya sampaikan ke Ummu Iffah.

  5. Salam Takzim
    Semangat kang, saya selalu mendukung
    Salam Takzim Batavusqu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s