Mudik 1430H: Jakarta-Ngawi-Semarang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara mudik lebaran menjadi agenda rutin setiap tahunnya.  Mudik tahun ini berbeda dengan tahun lalu, yaitu ada penambahan anggota baru, si kecil Afifah. Untuk tahun ini, kami pulang ke Ngawi terlebih dahulu baru kemudian ke Semarang (Untuk postingan mudik tahun lalu bisa dilihat di sini dan di sini).

Insya Allah kami akan naik kereta Bangunkarta Eksekutif, yaitu gerbong kereta eksekutif yang menempel pada Bangunkarta Bisnis. Alasan pemilihan kereta ini karena mencari kereta yang berhenti di stasiun Paron Ngawi. Kalau memilih kereta Gajayana, turunnya di Madiun. Kalau memilih kereta Bima, turunnya di Malang. Kata beberapa teman yang pernah naik Bangunkarta Eksekutif, bahwa kereta ini meski eksekutif, tapi tidak sedikit penumpang bisnis/tanpa tiket yang masuk ke gerbong eksekutif dan tidur di koridor kereta. Semoga suasana itu tidak menganggu kenyamanan si kecil Afifah.

Setelah berlebaran di Ngawi, kami insya Allah akan melanjutkan perjalanan ke Semarang. Untuk perjalanan ini, saya masih menimbang-nimbang beberapa alternatif alat transportasi.

  1. Dari Ngawi naik bis patas ke Solo, kemudian dari Solo naik bis patas ke Semarang. Perjalanan kurang lebih 5 sd 6 jam. Biaya: ke Solo @Rp 20ribu, ke Semarang @Rp 20ribu.
  2. Dari Ngawi ke Sragen naik bis (kalo ada patas ya patas), kemudian dari Sragen ke Semarang naik kereta Banyubiru. Kendalanya, Banyubiru dari Sragen berangkat jam 9 pagi. Biaya: ke Sragen @10ribu, ke Semarang @ Rp 25ribu.
  3. Dari Ngawi ke Semarang naik travel. Kata temen, sopir travel suka ngebut.
  4. Naik kereta Bangunkarta Bisnis dari Ngawi, turun di Semarang. Hanya saja, harga tiket adalah harga tiket ke Jakarta.

Kalo soal kenyamanan, dan ini adalah faktor terpenting, karena membawa bayi, sepertinya saya prefer pilihan nomor 4, 3, 2, kemudian 1. Tapi sampai saat ini kami masih belum memutuskan akan menggunakan alat transportasi apa. Mungkin dari teman-teman ada usulan, mengingat kenyamanan dan keamanan si kecil adalah prioritas kami? Kami sangat berterima kasih.

Jalan menuju rumah ngawi

Jalan menuju rumah ngawi

Suasana di Kereta Banyubiru--foto tahun 1429 H

Suasana di Kereta Banyubiru--foto tahun 1429 H

24 thoughts on “Mudik 1430H: Jakarta-Ngawi-Semarang

  1. akh, saia sarankan naik travel aja

    memang sih, pada kenyataannya sopirnya suka ngebut
    kalo kereta selain mahal, juga penuh takutnya

  2. Jika kenyamanan yang diutamakan maka naik KA lebih nyaman,namun memang agak lambat. Apalagi KA Bangunkarta itu merupakan KA ramah stasiun.

    Travel Ngawi-Semarang juga alternatif yang bagus karena tidak harus gonta-ganti kendaraan (bus).Jika sopir ngebut kita bisa mengingatkan dengan cara begini ” Kalau ngebut, kamu benjut lho ” Tambahkan juga kalimat ” Saya ini blogger tauuuu”. Mungkin pak sopir nggak tahu apa arti blogger, dikira mas Dino boxer kan.

    Hati-2 ya mas. Saya sih mudiknya jarak dekat : Surabaya-Jombang, hanya 2 jam dan nyopir sendiri.
    Salam hangat dari Surabaya.

  3. Selamat melakukan perjalanan…
    Semoga selamat sampai tujuan..🙂

  4. Salam Takzim
    kalau saya mudik pake ontel ke ciluer, ±15 km dari Srengseng. bisa berangkat kapan saja asal bawa peta.
    Salam Takzim Batavusqu

    • Salam Takzim
      Menulis kadang salah
      Singgah kadang tak teratur
      Inginnya melepas salah
      dengan Jarak coba ku Atur

      Minal A’idin Wal Faidzin, mohon maap lahir dan batin

  5. dino hati-hati dijalan yaaa.. semoga afifah dapat menikmati perjalanan mudik lebarannya yang pertama..🙂

  6. haiya…. sdh kebayang mudik nih… mudik ini agenda tahunan saya🙂
    semoga keretanya nyaman mas.. sehingga si kecil pun bisa “menikmati” perjalananan jakarta-ngawi..
    untuk perjalanan antar kota ngawi-semarang, mending pakai travel mas… apalagi bawa afifah…
    selamat menikmati perjalanan…

  7. Wah, teman-teman blogger emang perhatiaaaaaan banget… terima kasih bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas atas masukannya, dan juga doanya..😀 Karena banyak yang menyarankan naik travel, sepertinya akan berusaha cari travel deh, insya Allah. Selamat mudik juga buat para blogger, semoga perjalanannya menyenangkan, salam silaturrahim.

  8. salam kenal ya..
    makasi dah mampir ke rumah saya..hehe..moga ga bosen..

    saya blm pernah ke semarang, solo, ngawi dan kota2 yg disebutin di atas..heheh (kuper ya..?) jadi ga tau suasananya..but krn bawa si kecil.. dari ngawai ke semarangnya kayakny emng nyaman pake travel ..

    saya sendiri mudikny ke bandung..jadi ngelawan arus klo dari tempat saya..perjalanan perginya pasti lancar..kecuali arah pulang biasanya masih macettttttt.. ok deh.. selamat mudik ya.. semoga lancar dan selamat..salam buat keluarga..

  9. keretanya kayak KRL yah mas?…
    hehehe…

    iyah mas…kalo mudik bawa si kecil, harus lebih hati-hati mas, kasihan kan si adek yang lucu kalo harus ikut berdesak-desakan atau berpanas-panasan ria..
    hehehe…

    kalo orang tuanya, yakin deh..sudah terbiasa dengan panasnya jalanan sejak memakai almamater sambil berorasi….

    oh, iyah..salam saja buat keluarga di sana..minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin yah mas…

  10. Selamat mudik lebaran akhi🙂, dik fatiyyah kayaknya ga mudik nih… jadi lebaran disini aja ^_^

  11. nice post broo. link u udah nongkrong di blog q, aku tunggu kunjungannya ya.. jangan lupa tinggalin pesan di comment

  12. met mudik yaa…ane lebaran di depok aja deh

  13. Keretanya bersih ya, nyaman juga didalamnya….

    Selamat mudik, tahun ini saya utk pertama kalinya berlebarang di Jkt, belum bisa mudik karena jagoan masih terlalu kecil, takut capek dan malah sakit diajak menempuh perjalanan jauh…

  14. kalau boleh tau, sebelum ngawi lewat stasiun wali kukun ga…,
    di sana kampung teman ku loh…,

  15. Saya kemarin (Sabtu) naik motor sama istri dari Ubud (Bali) ke Batu (Malang)… fuh cakep bener… panas lagi😀

  16. oOo, jebule neng Ngawi tomas mudike, nek numpak sepur nyang Jakarta berarti liwat Weleri no, rumahku di barat statisun Weleri, utara rel persis, pojokan.🙄 Mampira nek gelem, tak wedangi😆

  17. kalo saranku sih naik travel saja, apalagi ada si kecil.
    enaknya travel itu bisa kita suruh berhenti kapan saja jika kita mabok atau kebeles pipit dll.
    travel sudah tidak ada yang ngebut, kok. karena rata2 kondisi mobilnya sudah tidak mampu dibikin ngebut lagi🙂

  18. Meminta maaf tidak menjadikan kita hina, sebaliknya memberi maaf akan membuat kita bangga. Saling memaafkan & silaturahmi yang menjadikan kita mulia. Taqabbalallohu minna wamiunkum, taqabbal yaa kariim..

    SELAMAT IDUL FITRI 1430 H, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    Mohon maaf lahir & batin

  19. assalamulaikum..
    maaf, saya mau tanya, tdi kn di atas disebutkan ada travel dri ngawi ke semarang. bisa tolong beri tau saya apa agen travel.a ??

    trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s