Besar Pasak daripada Tiang

Mungkin kita sering mendengar peribahasa tersebut, yang artinya kurang lebih besar pengeluaran daripada penerimaan. Manusia memang terkadang memiliki rasa INGIN atas sesuatu, tanpa melihat apakah keINGINannya tersebut memang dia butuhkan atau hanya sekadar INGIN. Kebanyakan, manusia lebih mengedepankan rasa INGINnya ketimbang rasa BUTUHnya. Terlebih pada zaman sekarang, di mana fenomena hedon ataupun hura-hura sangat merajalela. Kalo sudah begitu, maka peribahasa itupun berlaku. Bahkan sampai mengutang untuk memenuhi keINGINan tersebut. Naudzubillah.

Sekarang manusia “dipermudah” dengan adanya kartu kredit. Namun sejatinya, kartu kredit itu tidak memberikan kemudahan. Setiap transaksi dengan kartu kredit adalah transaksi utang (Riawan 2007, 56). Ada kewajiban membayar bunga bagi yang jatuh tempo, dan adanya a late payment fee. Dengan adanya “kemudahan” yang ditawarkan ini, manusia jadi semakin hilang kendali dalam mengekang keINGINannya memiliki sesuatu. Karena dengan mudah dia mendapatkan barang yang diINGINkannya, hanya dengan menggesek kartu saja. Namun, jeratan itu akan menyentak di kemudian hari.

Tidak bisa mengendalikan keINGINan dan bersifat boros adalah hal yang sudah diingatkan oleh Allah dalam Al-Qur’an Q.S. 17 : 26-27.

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudaranya setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan-Nya”

Meski demikian, ada juga bank konvensional dengan unit syariahnya yang mengeluarkan kartu kredit syariah. Menurut saya, tetap saja, itu namanya kartu kredit. Dengan scheme yang dipaksakan sesuai syariah.

*Sebuah refleksi untuk diri sendiri*

23 thoughts on “Besar Pasak daripada Tiang

  1. Hm, ya kartu kredit ya tetap kartu kredit. Namun masalah apakah orang mau memilih untuk menggunakannya atau tidak itu kembali pada pribadinya masing-masing. Bagiku kartu kredit adalah media untuk transaksi non tunai sekaligus penundaan pembayaran atas transaksi yang telah dilakukan tersebut. Lalu kalau bicara mengenai masalah dikemudian hari, ini berkaitan dengan bagaimana cara memanage penggunaan dari kartu kredit itu dan pembayarannya. So then? Itu tergantung anda! He he he… Pintar-pintarlah mengaturnya…

    *rasa-rasanya isi dengan judul kok ga ada kaitannya ya? He he he..*

  2. wah ganti baju yah..hehehe

  3. kartu kredit, klo digunakan secara bijak nggak memberatkan kok.. klo bagi saya, kartu kredit untuk memudahkan pembayaran transaksi2… dengan sekali bayar…

    • Gus, nulis dong tentang menggunakan kartu kredit dengan bijak. Jujur aja, saya minim pengetahuan dan pengalaman tentang kartu kredit (Lha kok bisa nulis kayak gini, hayo?)

  4. sebelum mempunyai kartu kredit , sebaiknya memang sudah betul2 mengerti apa yg mau di beli adalah yg dibutuhkan bukan yg diinginkan.
    bagi saya sendiri, kartu kredit sangat membantu utk memudahkan pembayaran, alhamdulillah selama ini tdk pernah ada masalah.
    Salam.

  5. Hati2 dengan pihak2 yang menggunakan nama syariah karena belum tentu itu bank syariah, terkadang sistem dan prinsipnya sama dengan bank konvensional, hanya namanya yang di Islamkan sehingga seolah2 murni syariah, padahal sistemnya riba juga..

  6. Salam Takjim
    Perebutan keinginan harus dicari yang terbaik, jangan sampai terjebak oleh keinginan yang menggebu dan berakibat penyesalan. Bila keinginan dipaksakan pasti ada yang harus kecewa dan sudah pasti penyesalan datang manakala keputusan keinginan keliru diputuskan, waspadai keinginan karena didalamnya terdapat bujukan.
    Salam Takjim Batavusqu

  7. Salam Takjim
    Memilih keinginan yang prioritas

  8. Sampai sekarang saya nggak berani ambil kartu kredit… kalau dipikir-pikir malah nambah hutang saja… Memang juga ada enaknya… tapi kebanyakan nggak ada enaknya juga😀 harus ngurus ini itu, bayar ini itu, dan kalau terlat harus berurusan dengan ini itu juga…. Terima kasih tulisannya Mas….
    Beberapa waktu yang lalu libur nulis ya Mas… setiap kali saya kesini postingannya kok ngga update ?

  9. kartu kredit??? no way…
    nanti akan jadi lebih konsumtif!!!
    dan itu adalah peluang untuk utang, utang dan utang

  10. Segala sesuatu pasti ada konsekuensinya, termasuk kartu kredit ini. Kalau kita memandangnya dari sisi kebutuhan tentu akan banyak berarti. Tapi kalau cuma memandang dari keinginan bahkan untuk gengsi-gengsian saja pasti banyak yang terjerat deh…

  11. Kok jadi ngomongin kartu kredit ya.
    Bagaimana kalau kita alihkan kredit yang lain. Misalnya seorang pegawai yang gajinya hanya Rp. 1 juta, anaknya 2 dan sekolah. Tempat kerjanya bisa ditempuh dengan jalan kaki karena dekat rumah. Dia ambil kredit sepeda motor dengan cicilan 400 ribu perbulan, karena sudah lama ia ingin punya. Setiap tanggal 15 dia sudah ngos-ngosan cari tambahan yang ternyata semakin sulit didapatkan.
    Apakah mencicil sepeda motor seperti ini perbuatan yang konsumtif ?

  12. Salam Takzim
    Singgah lagi, menulis lagi, tersenyum lagi, dadah lagi, pamit lagi
    Salam Takzim Batavusqu

  13. kata pak haji… pengendalian diri…memang penting…. bahkan dalam setiap apapun…

  14. Mas.. saya belum punya kartu kredit… soalnya belum begitu butuh siih..!!
    tapi mungkin lain kali.. hehee…!!🙂

  15. Alhamdulillah … sy ga pernah tertarik tuh dgn yg namanya kartu kredit ..

    Salam.😎

  16. Jadi teringat tulisan saya soal kartu kredit.
    dibelit hutang karena rasa “ingin” saja

    nice contemplation dino..

  17. hati2, nanti kerasa pas bayar lho
    kecuali, kita pakai kartu kredit untuk sesuatu yg produktif, bukan konsumtif

  18. Saya gak punya kartu kredit

  19. so right! kaloga hati2 menggunakannya bisa jadi lingkaran setan

  20. bener banget ..
    hal ini bukanlah isu baru, tapi tetap aja bisa kejadian ..
    apalagi ce .. cenderung untuk mengikuti apa yang diinginkan dibanding yang dibutuhkan ..
    contohnya .. di lemari adik saya, entah sudah berapa tas yang ada di situ, dengan model yang tidak jauh beda, hanya beda2 warna ..
    heran .. padahal kan bisa makenya cuman 1 ..

    Iklan Baris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s