Fenomena Masyarakat di Bulan Ramadhan

1_351894087lSetelah beberapa hari tidak update tulisan di blog, karena ada tugas paper yang menyita banyak waktu dan pikiran, baru sekarang bisa menuangkan pikiran yang sudah lama tersimpan dan ingin ditulis. Tulisan terkait fenomena masyarakat yang terjadi di bulan Ramadhan. Ini hasil pengamatan saya saja, dan dalam tulisan ini saya hanya ingi mengungkapkannya saja, tanpa memberiksan alasan kenapa fenomena itu bisa terjadi. Kalo ada dari teman-teman yang mau urun, monggo disebutkan saja.

  1. Awal bulan Ramadhan disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat, ditandai dengan membludaknya masyarakat  muslim di masjid pada malam pertama Ramadhan. Namun, sepanjang perjalanan Ramadhan semangat untuk memenuhi masjid semakin menyusut, shaf-shaf di masjid semakin banyak yang kosong.
  2. Buka puasa bersama menjadi hal yang dinanti-nanti, baik di masjid, di rumah, di kampus. Bahkan acara-acara khusus dibuat untuk buka puasa bersama, gratisan maupun mbayaran. Misalnya seperti kemarin yang saya lakukan dengan teman-teman anggota BLM (Badan Legislatif Mahasiswa), buka puasa bersama dengan tajuk sharing cerita.
  3. Pasar-pasar swalayan di malam hari mendadak jadi ramai di penuhi oleh pembeli, terlebih di awal bulan ketika orang baru menerima gaji. Antrian di kasir lebih panjang dari malam biasa di awal bulan di luar bulan Ramdhan (Orang mau bayar aja ngantri..keren ya..)
  4. Khususnya di Jakarta, mendadak banyak dijumpai penjual timun suri. Entah kenapa, di masyarakat Betawi, timun suri ini identik sekali dengan bulan Ramadhan. Dan panennya serentak di Bulan Ramadhan.
  5. Di Ma’had tempat saya belajar Bahasa Arab, Ma’had Al-Manar, ta’jil bersama gratisan, selalu ada menu Pisang Ijo, setiap hari. Selalu always tidak pernah never. Tau kan pisang ijo? kalo nggak tahu, tanya aja yang tahu.
  6. Antri tiket untuk mudik, dan mudik itu sendiri merupakan fenomena unik, khas hanya ada di Indonesia. Rela antri tiket bahkan sampai menginap di stasiun. Kalo saya cukup antri di agen travel (bayangkan, di agen travel aja ngantri).
  7. Mendadak banyak lagu religi yang di-realese di Bulan Ramadhan, dan para artis wanita banyak yang memakai kerudung, meski dengan pakaian yang masih saja ketat.
  8. Pada jam berangkat dan pulang kantor, jalan-jalan di Jakarta yang merupakan titik-titik kemacetan, menjadi semakin padat. Bahkan di jam istirahat (jam 12 sd 13), jalanan juga macet. Kemarin saya kejebak macet di Jl. Sisingamangaraja, Senayan, jam 13:00, biasanya jarang macet.
  9. Tilawah Al-Qur’an semakin banyak.

Dah, mungkin segitu dulu aja ya. Kalo ada yang mau nambahin, monggo, sok atuh..

Sonic

14 thoughts on “Fenomena Masyarakat di Bulan Ramadhan

  1. dinooo.. pisang ijo, duh laperrr😀

  2. memang banyak kebiasaan yang baik dan kebiasaan yang kurang baik juga tumbuh dan berkembang selama bulan puasa. Namun ada juga beberapa yang hilan. Waktu saya kecil di kampung saya kebiasaan kurang baik adaalah maraknya petasan. Jadi bom kecil dimana2 yang selalu bikin kaget. Namun sekarang alhamdulillah seiring adanya larangan.
    Ini yang saya rindukan di kampung, Dulu dalam acara selikuran suka diadakan nasi tumpeng bergilir setelah teraweh, sekarang setelah adanya kelompok tertentu yang mendominasi masjid kegiatan yang membuat malam-malam ramadhan semarak itu tidak ada lagi.

  3. Supaya lebih inyak ngebacanya fenomena itu satu persatu, cobalah dibuatken nomor aja mas biar kita lebih enjoy.😆

  4. mampir ..
    *karena ada kewajiban dari sahabat blogger untuk berkunjung kemari*

    waahh,,
    kalo buka bersama itu kata anak-anak muda BUBAR mas
    buka bareng.

    itu ajang buat kumpul setiap tahunnya mas.
    sekalian reuni sama temen2 sekolah.

    aniweii. metpuasa

    salam🙂

  5. Nanti biasanya kalo dah lebaran Pas Shalat Hari Raya, Mulai dari Ustadz, kiai, pegawai, pejabat, masyarakat sipil, militer, dsb bahkan pencuri, pemabok, orang yang gak pernah ke masjid dan orang2 sejenisnya pada shalat hari raya semua. SALUT, he…

  6. dari sekian banyak fenomena yg ada, klo dicermati yg bernilai ibadah jauh lebih sedikit ya mas… apalagi saat ini. banyak org sdh sibuk mempersiapkan lebaran yg cuma 2 hr, sementara puasa masih 12-13 hr lagi…😛

  7. fenomena yg berulang tiap tahun di bulan ramadhan,
    berulang nya hal yg baik2, berulang pula hal2 yg kurang baik,
    semakin lama semakin sepi mesjidnya………..
    semua sibuk mau mudik, mau bikin kue lebaran, mau masak opor,
    jangankan ke mesjid, kadang teraweh dirumahpun nggak sempat.
    Salam.

  8. Tambahan :
    1. Instansi menyelenggarakan buka puasa bersama.
    2. Gelandangan dan pengemis semakin merajalela dengan memanfaatkan ” bulan Ramadhan banyak dermawan musiman”
    3. Tulisan berbunyi ” OBRAL’, DISKON,CUCI GUDANG, GEBYAR ROMADHON ada dimana-mana.
    4. Artis banyak yang berjilbab, entar habis Ramadhon yang biasa terbuka kembali terbuka lagi.
    5. Pedagang parsel merajalela
    6. Indonesia bak Timur Tengah karena kurma ada dimana-mana.
    7. ustad juga kebanjiran order untuk ceramah dan menjadi imam sholat tarawih.
    8. Banyak warung berkaki manusia, kepala nggak kelihatan tetapi kaki dibawah meja cukup banyak.
    9. Penjual licik banyak beredar: daging grongong, ayam tiren,kue kadaluwarsa,dll.
    10.Blogger ramai pada jam 16.00 untuk ngabuburit, ha..ha.ha

    Wis 10 saja tambahane
    Salam dari Surabaya

  9. 1 lagi mas, menu berbuka yang notabene adalah waktunya makan malam seabrek-abrek banyaknya berbeda dibandingkan dengan saat tidak berpuasa. Padahal kita hanya tidak makan disiang hari, dan jadwal makan pun 2 kali sehari = sama dengan jadwal makan orang diet. bahkan sampai ada pertanyaan, bulan ramadhan adalah bulannya menahan nafsu atau bulannya melampiaskan nafsu…. ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s