Idealisme Mahasiswa

idealismeIdealism is behavior or thought based on a conception of things as they should be or as one would wish them to be; idealization.

Idealisme adalah kekayaan terbesar yg dimiliki oleh  generasi muda, atau bahkan menjadi kekayaan terakhir yang dimilikinya.  Hanya Idealismelah yang mampu membangunkan manusia-manusia baru untuk tetap dalam porsinya sebagai seorang Intelektual.

Mahasiswa dikatakan sebagai tempatnya idealisme, menginginkan segalanya sesuai dengan teori dan aturan yang tertulis. Mahasiswa dituntut untuk berpikir teoritis dan sistematis, yang juga merupakan buah dari pendidikan akademis.

Contohnya di kampus STAN, berbagai struktur kemahasiswaan dibuat seideal mungkin, menyerupai struktur yang ada di negara kita. Mulai dari legislatif, eksekutif, kementerian, pemilihan raya, badan pemeriksa, himpunan mahasiswa spesialisasi , dsb.

Secara idealis, negara kita membutuhkan orang-orang yang memegang teguh idealismenya, karena diharapkan dapat menjadi penggerak menuju Indonesia yang lebih baik. Semuanya disiapkan di kampus, sebagai wahana pembentukan idealisme.

Bagaimana jadinya negara kita kelak, kalau masih mahasiswa saja, sudah berbuat curang dalam ujian, sudah melakukan tindakan kriminal seperti mencuri. Apa jadinya negara kita kelak, kalau mahasiswanya yang masih kuliah saja, sudah berani memegang tangan lawan jenis yang belum halal, bisa jadi saat kerja, uang tidak halal pun disentuhnya.

Realita

Mahasiswa yang idealis akan lebih cenderung menjawab permasalahan yang dihadapi dalam tataran teoritis. Padahal terkadang ada permasalahan yang tidak dapat dilihat dari sisi teoritis semata, namun butuh pemahaman yang lebih realistis. Atau bahkan masalah-masalah itu sendiri merupakan jawaban yang realistis.

Hal ini bukan berarti bahwa berpikir realistis adalah sesuatu yang lebih baik daripada berpikir idealis. Namun harus ada keseimbangan antara keduanya, yaitu berpikir secara teoritis/idealis dan bersikap secara realistis.

Realita menunjukkan bahwa kampus kita (dalam hal kemahasiswaannya), masih dikatakan belum lah ideal seperti yang kita harapkan. Kita bisa lihat, mulai dari tahun saya mencalonkan diri menjadi Wapresma (2006) hingga sekarang, tema Pemilihan Raya (Pemira) tidak jauh-jauh dari quote “Menuju kampus ideal”.

Masalah-masalah yang sering muncul dalam kegiatan kemahasiswaan (pada Elkam), sering kali dijawab dengan solusi-solusi yang kaku atau teoritis. Misalnya terkait “penggusuran” sekretariat elemen kampus dari gedung-gedung milik Negara yang kebetulan dikelola oleh STAN. Kalau dipandang secara idealis, maka akan dijawab, “Idealnya, lembaga pendidikan tidak hanya memiliki tupoksi yang menyangkut akademik saja, namun juga non-akademik seperti pembangunan student centre oleh pihak lembaga.” Namun kenyataannya, memang tidak ada dana untuk itu. Maka solusi yang lebih realistis yang bisa dilakukan misalnya dengan membangun sekretariat secara swadaya, seperti yang dilakukan mahasiswa muslim STAN “jaman dulu” atas Masjid Baitul Maal Jurangmangu.

22 thoughts on “Idealisme Mahasiswa

  1. semoga bisa dilaksanakan. Idealisme akan terdegradasi bilamana kita merasa masa bodoh terhadap penyimpangan. berawal dengan gumanan hati ,ah sulit membrantas itu, inimah sudah budaya, ah biar saja orang yang mengungkap.

    Bisa jadi dari kata itulah degradasi idealisme akan muncul.
    Selamat semoga tetap dalam keidealismean

  2. ya ampuuunnn di UIN juga gituh kali om. bahkan lebih anarki… nih contoh, saya pernah jadi korban… jadi capres bem fakultas dari salah satu partai mahasiswa. diarak2 keliling kampus, disuruh orasi… punya asisten yg ngatur koalisi, dsb. koar2 dan nyari dukungan ke temen2 di fakultas. disuruh lobi sama partai lainnn yang ada gw pusiiingg. tapi ttp bersyukur bisa ngerasain ini smua.:mrgreen:

  3. Tapi biasanya Mas… idealisme itu kebanyakan pudar seiring waktu. Ini berdasarkan pengalaman dari teman-teman saya sih… Wah di STAN ya… saya pengen banget dulu setelah keluar dari SMA masuk ke STAN…
    Oh ya Mas tukeran link yuk saya pasang di blogroll saya ya… Terima kasih saya tunggu jawabannya…

    • Nah itu yang harus kita jaga, karena manusia tanpa idealisme adalah bagaikan….apa ya..hehehe
      Pengen masuk STAN tapi ikut tes masuknya ga? hehe
      Insya Allah saya link mas, agar bisa terus saling berbagi manfaat…

  4. hmm.. manggut-manggut ae bos.

  5. masih mahasiswa idealisme masih kuat…. tantangan di kantor gimana mas dino???

  6. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    • hehehe.. kadang muda seperti itu begitu dikejar kebutuhan lupa semuanya

      • Benar sekali Kang, tapi kita tidak boleh menyerah dengan pandangan pesimis seperti itu, tetap harus kuat mempertahankan idealisme. Terutama bagi mereka yang jadi PNS, godaan “uang berasap” sangat banyak dan menggiurkan…di sinilah idealisme diuji dan harus lulus ujian.

    • Salam Perjuangan kangboed…

      • idealisme bukan hanya milik mahasiswa,, idealisme teruntuk bagi manusia yg menginginkan sebuah kondisi ideal menurut suatu pembanding yg diyakininya sebagai sebuah pembenaran,, when we’re 40 sangat mungkin terjadi pergeseran makna idealisme menurut tafsiran kita disaat ini,

        sebuah realita bahwa idealisme bersifat relative dan perseteruan akibat adanya relativitas kadang memang tak terhindarkan

        salam,
        tjah semarang

  7. Idealisme mesti fleksibel agar efektif.
    Namun fleksibel bukan berarti menisbikan idealisme.
    Karena idealisme adalah ruh kehidupan, adalah jiwa dari gerakan.
    Kehilangan idealisme dalam hidup seseorang, berarti ia sudah setengah mati.
    Oleh karena itu, idealisme harus tetap hidup..
    Dengan catatan bahwa idealisme dibangun dari fondasi kebenaran untuk ‘semua’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s