Mahasiswa dan Citranya

Banyak gelar atau citra yang diberikan masyarakat kepada mahasiswa. Baik maupun buruk.

Mahasiswa dikatakan sebagai agent of change (anasir taghyir), yaitu sebagai penggerak terjadinya perubahan (kecil maupun besar). Mungkin kita masih ingat bagaimana mahasiswa Indonesia membuktikan perannya sebagai agent of change ini, di tahun 1998.

Mahasiswa dikatakan sebagai akademisi. Jelas, karena mahasiswalah yang senantiasa bergelut dengan ilmu-ilmu (terutama ilmu aplikatif), melakukan berbagai penelitian dan memberikan pengabdiannya pada masyarakat, seperti salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinngi.

Mahasiswa dikatakan sebagai kader-kader bangsa, yang kelak akan menduduki berbagai peran untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik.

Mahasiswa dikatakan sebagai aktivis, karena peran mereka dalam organisasi kemahasiswaan, maupun organisasi eksternal kampus.

Mahasiswa dikatakan sebagai ustadz, karena keseharian mereka yang dekat dengan masjid, dikelilingi oleh agenda-agenda dakwah, dan banyaknya kajian-kajian yang mereka ikuti, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang duduk sebagai ustadz.

Namun dari sekian banyak citra baik yang disandangnya, ada juga citra buruk mahasiswa.

Mahasiswa dikatakan sebagai “sampah masyarakat”, karena mereka suka tawuran, suka berkelahi dengan mahasiswa kampus lain, merusak fasilitas umum, aksi di bundaran HI dengan tidak mengindahkan peraturan, berdiri di tengah jalan memungut sumbangan untuk korban bencana tapi malah “ditilep” sendiri.

Ada yang mengatakan mahasiswa/i sebagai tuna susila yang kuliah. Ada (saya katakan ada, artinya bisa banyak bisa sedikit) di antara mahasiswa yang rela “menggadaikan” dirinya untuk rupiah, dollar, emas, atau blackberry.

Kesemua itu diberikan kepada mahasiswa, sebagai bentuk pengelompokan mahasiswa, ke dalam kelompok-kelompok yang tersebut di atas. Termasuk dalam kelompok manakah kalian, wahai mahasiswa?

Jika diakatakan, HIDUP MAHASISWA!, maka mahasiswa yang manakah yang hidup?

15 thoughts on “Mahasiswa dan Citranya

  1. Ku blum mahasiswa..

  2. saya mahasiswa apa ya???

  3. Ayo, sebutin lagi, citra mahasiswa menurut versi temen-temen..

  4. namanya juga maha, makin mandiri

  5. ya mas dino, kenapa tayangan2 di Tv banyak menampilkan keanarkisan para mahasiswa, jadi sedih dan juga gemes, bukankah seharusnya mereka menjadi contoh utk generasi di bawah mereka ?
    bukankah lebih banyak manfaat menggunakan otak dr pada otot ?
    ( lho kok jadi curhat ?)
    salam.

    • Tapi tidak sedikit sih Bund, yang menampilkan kecemerlangan mahasiswa, dalam bidang IPTEk misalnya… mahasiswa ITB menemukan software pendeteksi penyakit malaria…

  6. Sebaiknya tawuran antar mahasiswa dihindari karena bisa merusak citra mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Tawuran atau demo sambil membakar dan merusak kampus sendiri sungguh sangat disesalkan banyak pihak.

    Salam hangat dari Surabaya.

    • Kalo di kampus saya sih, insya Allah selalu aman, tidak ada tawuran.. Alhamdulillah. Terkait calon pemimpin bangsa, maka hanya mahasiswa tertentu yang mampu menjadi pemimpin bangsa tersebut. Salam hangat selalu..

  7. saya juga mahasiswa tapi gak tawuran..hehehe
    damai puuull pokoknya.
    salam kenal mas (dedenia72.wordpress.com)
    aku add ya link nya..
    makasih..

  8. Berbagai ‘gelar’ akan diberikan sesuai dengan pembentukan karakter si Mahasiswa tersebut.
    Jika esensi-esensi Tri Dharma Perguruan Tinggi dipahami dan berusaha diimplementasikan,maka sudahlah cukup gelar mahasiswa “berpendidikan, berpenelitian, dan mengabdi kepada masyarakat”.
    Semua itu bila dilaksakanakan, maka muncullah “agent of change”, sang pionir, calon nation leader, dan lain-lain.

    • Secara ideal, mahasiswa memang diharapkan menjadi penjelmaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut. Namun, tak bisa dipungkiri pula bahwa kondisi saat ini mahasiswa diserbu oleh serangan-serangan sporadis bernama HEDONISME. Mereka lebih suka bersenang-senang ketimbang memikirkan idealisme mereka. Ya, mungkin ini adalah pandangan skeptis terhadap mahasiswa yang terlalu menggeneralisiir. Btw, terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s