Investasi Dinar

KUNJUNGI KAMI

Photobucket

Akhir-akhir ini lagi seneng-senengnya dengan yang namanya dinar dan segala sesuatu tentang dinar. Kali ini, saya ingin menulis tentang dinar sebagai salah satu alat investasi, terinspirasi dari tulisan M. Iqbal di gerai dinar.

Banyak alat instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat dan termasuk kita untuk berinvestasi. Misalnya: tanah, emas, rumah, asuransi unit-link, deposito, saham, obligasi (syariah dan konvensional), reksadana, dsb. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa dinar (koin dinar emas) merupakan salah satu instrumen investasi.

1 dinar didefinisikan sebagai 1 koin emas dengan berat 4,25 gram dan kadar 22 karat. images

Dinar menjadi salah satu alat investasi yang patut diperhitungkan, mengingat nilainya yang terus ter-apresiasi terhadap dollar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.  Bisa saja kita menggunakan perpaduan dari keseluruhan instrumen investasi tersebut, jika memang kita memiliki kelebihan dana. Namun jika diperbandingkan, maka investasi dalam dinar merupakan yang paling menguntungkan dan mendapat nilai tambah secara syari’ah.

Misalnya saja perbandingan antara asuransi, deposito, dan dinar, seperti analisis yang dilakukan oleh M. Iqbal dalam Gerai Dinar. Taruhlah kita investasikan Rp 500.000/ bulan, untuk masing-masing instrumen investasi tersebut, selama 20 tahun. Maka analisisnya sebagai berikut:

Asuransi (unit-link): dengan hasil investasi 12% per tahun, maka setelah 20 tahun kita menaruh uang di asuransi tersebut, uang kita menjadi Rp 162 juta. Pada asuransi ini, uang kita ada yang “disedot” untuk biaya akuisisi, atau biaya administrasi yang lumayan besar dari premi yang kita bayarkan setiap bulannya. Namun, kelebihannya ada nilai proteksi yang diberikan dari asuransi ini.

Hal  ini tepat sekali, karena saya mengalaminya sendiri, uang yang saya bayarkan sebagai premi, akan sesuai dengan nilai akumulasi yang saya bayarkan, yaitu ketika polis tersebut berusia 11 tahun (ini di asuransi terkenal di dunia apalagi di Indonesia, pada unit syari’ahnya).

Deposito: dengan hasil investasi 8% per tahun, maka setelah 20 tahun, uang kita akan menjadi Rp 224 juta. Lebih besar dari asuransi, karena di deposito tidak ada biaya akuisisi seperti di asuransi. Namun, deposito tidak memiliki nilai proteksi.

Dinar: dengan rata-rata apresiasi nilai emas per tahun dari statistik 40 tahun Kitco, yaitu 31% per tahun. Maka setelah 20 tahun, uang kita menjadi Rp 4,1 Milyar. Sangat jauh berbeda dengan dua instrumen sebelumnya. Insya Allah, inilah alat investasi yang terbaik setelah investasi akhirat dan investasi pada sektor riil yang dikelola dengan baik.

Baca juga: Arisan Dinar

Beli Dinar Lagi

Muhaimin Iqbal dan Dinar

42 thoughts on “Investasi Dinar

  1. Ini termasuk pengetahuan baru bagi saya.Dinar baru mendengar namanya dan belum pernah memegang apalagi memilikinya.Gampang yo mas menari dinar di Indonesia?
    Salam kenal dari Surabaya

    • Dinar memang baru “ngetrend” 1 atau 2 tahun belakangan ini mas.. Gampang kok..udah banyak yang jual. kalo saya belinya di deket kampus saya.
      Salam kenal juga, dari jakarta..🙂

      • gimana caranya ya mas buat mulei bwt investasi gitu??perlu modar besar kah?hehehe..maklum masi awam banget…btw d deket kampus sbelah mana?
        maaf banyak nanya..

        • mulainya ya mulai menabung, jika sudah cukup 1 dinar, tukarkan dengan dinar emas. 1 dinarnya sekarang sekitar 1,3 sd 1,4 jutaan. Di deket kampus di kuricang. Kalau butuh bantuan untuk beli, nitip ke saya juga bisa, saya sering dititipin sama temen untuk beli kok.

  2. wah jaman keemasaan islam dulu ,memakai dinar ya. bisa ga kembali seperti dulu.
    selaqmat pagi

  3. hmm, kapan yaa bundo bisa nyimpan dinar..
    masih bayar cicilan dulu..^^

    • nyicil dinar aja Bundo, bisa kok…

      • caranya nyicil dinar gimana mas? kalo sy tiap bulan nyicil dinar 200rbu bisa gag? trus mekanismenya gmn? trus dinar sy nati dinilai pas cicilan sy lunas atau pas cicilan pertama? aapa bedanya dengan MDinar? tolg jelasin ya mas. hhe3

        • Kalau cara seperti itu, namanya M-dinar. jadi kita nabung ke Geraidinar, misal 200 ribu, nanti langsung dikonversi oleh geraidinar, senilai dengan berapa dinar, 200ribu itu. Nanti kalau sudah genap 1 dinar, fisik dinar bisa diambil.

  4. Waduuuuh nice info yaaaaaa

    Salam Sayang

  5. pengetahuan yang baru, saya malah baru tau,
    terima kasih sudah mempostingkannya, semoga ini bermanfaat bagi saya dan bagi para pembacanya!
    lihat gambar uang dinarnya saja saya sudah senang, bagus banget!
    Stop
    Dreaming Start Action

  6. tertarik ni..tp blom dpt byk info ttg investasi dinar.
    bagi2 dnk infonya..

    ajak2 dnk kalo ada arisan nya jg…
    *sambil itung2 duit,cukup gak ya stlh bwt byr rumah??*

    • di geraidinar.com aja mbak, banyak info di situ…
      Iya, insya Allah, mungkin mulainya awal Agustus, mbak…

      Udah beli rumah ya mbak? wah, selamat-selamat..🙂

  7. Mas dino,, gravatar nya mungkin masih belum bisa. Sabar aja mas. Saya sebenernya juga udah ganti gravatar, tapi kadang-kadang masih muncul yang lama…

  8. saya belum mengerti banyak tentang dinar,
    mungkin kebanyakan orang kita di Indonesia juga begitu ya?
    taunya investasi yaaa deposito kalo ngga properti gitu

    • iya mascayo, benar sekali. Tapi mungkin banyak yang sudah tahu bahwa emas adalah salah satu alat investasi juga, mungkin dari sisi inilah sosialisasi dinar dapat dilakukan.

  9. Beli di dekat kampus ? di mana ya ?kok baru denger🙂

  10. Waduuuuuuuh.. belum apdeeeetttt yaaaaaa
    Salam Sayang

  11. makasih infonya,
    wah… uang dinar itu cantik sekali ya!

    • terima kasih kembali..
      Iya, cantik. Sesuai dengan fitrah manusia yang tertuang dalam Alqur’an, cenderung mencintai emas dan perak, juga hewan ternak..

  12. Kalau mau beli d jakarta dimana saja yaa?

  13. Pingback: Beli Dinar Lagi « dinoyudha

  14. mas, apa emang 22 karat? kenapa 22 karat? yg 24 karat ada gag? trus itu bedanya apa sih?
    mau coba invest dinar nih, walaupun nyicil 1 dinar dulu. hhe3

    • yang namanya dinar, sesuai dengan penggunaan di zaman rasul dan sahabat dulu, ukurannya adalah 22 karat, 4,25gram. Jadi sekarang pun digunakan 22 karat, bukan 24 karat. Tapi kalau mau cari koin emas yang 24 karat ada, tapi bukan dinar, namanya ya koin emas itu. Begitu mas Bramantya..

  15. alhamdulillah…
    just sharing niy, saya mngenal dinar sejak akhir thn 2009. kebetulan, tmnnya suami saya ngajak suami sy utk jd agen. akhirnya terjunlah kami (saya & suami) dlm dunia per-dinar-an.
    Subhanallah… dgn sejumlah rezki dr Allah, akhirnya kami brhasil mengumpulkan dinar 1 demi 1, hingga mncapai beberapa keping dinar. awal pertama kali beli dinar di maret 2010, hrgnya skitar 1,3 jt an. kami tadinya brpikir dinar tsb hnya utk investasi pddkn putri saya. tapi trnyata bln mei 2010 ada yg menawarkan rumah. akhrnya stlah bdiskusi dg suami, kami pun trtarik mbeli rumah tsb dari dinar yg sdh kami kumpulkan itu. Yg lbh subhanallahnya lagi, bln mei 2010 wkt itu dinar sdh mncapai 1,5 jt an (pdhal baru 2 bulan lho.. tapi nilainya sdh naik tinggi). Akhirnya dari dinar itulah akhirnya kami bisa mbeli rumah. Kami semakin prcaya dgn kekuatan nilai dinar yg mmg benar2 jaminan Allah. Krn Allah sndiri yg menjamin bahwa 1 dinar jaman rasul dan 1 dinar di jaman skrg, tetap sama2 masih bisa digunakan u/ membeli 1 ekor kambing, jd insya Allah nilainya tetap stabil. Sampai kiamat, dinar insya Allah jg tdk akan mngalami redenominasi spt dollar ataupun rupiah. skrg sy makin yakin, sy lbh baik b’investasi dg mbelikan 1 keping dinar daripada menaruh uang saya dlm bntuk deposito atau reksadana. Jadi marilah berhijrah dgn brinvestasi dlm dinar. yg trpenting adl nilai syar’inya itu, adapun klo masalah keuntungan insya Allah sdh diatur oleh Allah sbg maha pengatur rezki. Sy jg pernah mbaca artikel, kelak (bbrp th mndatang) biaya ibadah haji jika di ukur dlm bentuk dinar, hanya akan mencapai 10 dinar saja. Jadi marilah sgera b’investasi dlm bentu dinar, smoga kebrkahan, kegemilangan ekonomi Islam dapat berjaya kembali. Amien… Insya Allah.

  16. semoga bikin cepat kaya

  17. sudah saatnya memang kita kembali ke mata uang islam (dinar), selain nilainya yg stabil, keuntungan jg jika uangnya rusak tetap mempunyai nilai yg sama, tdk seperti uang2 yg ada sekarang uang kertas robek/ uang logamnya sdh karatan sdh tdk laku lg, sementara dinar ini bisa di lebur kembali. namun perlu di perhatikan jika sdh berinvestasi dinar, perlu tahu perhitungan zakatnya, agar harta yg kita miliki bertambah berkah n bersih.

  18. maaf sy msh blm mengerti mengenai investasi dinar, klo udah di beli apa dinarnya dsimpen kaya di bank atau kita yang menyimpan di rmh? kalau di daerah bandung dmn beli dinarnya? trims

  19. keren…izin share ya Pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s