Akhwat Sejati #2

akhwatAKHWAT SEJATI…Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka aib saudaranya. Dia yang memahami dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa mengawasi segala tindak-tanduknya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun dirinya berada. Tak ada perbendaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya. Dia senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya. Sifat tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja (wajihah dakwah), tetapi dari tatacaranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang berjiwa Rabbani

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah. Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari ketabahannya menghadapi liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum maupun kala sendiri.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang.

Menjadi akhwat sejati,
niscaya akan membuat iri dan cemburu para bidadari,
menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani,
menjadi dambaan bagi mereka para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah,
serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….

Menjadi Akhwat sejati,
Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in.

# Dikutip dari Buku : “Surat Cinta Untuk Sang Aktivis” – Musafir Hayat # (dalam: http://ukimedia.wordpress.com/)

Gambar dari Google

13 thoughts on “Akhwat Sejati #2

  1. mas, ada yang kayak gitu nggak??? ^_^

  2. assalamu’alikum,,,,,

    salam ta’aruf…

    almdulillah ana mengambil hikmah nya,,,,dari catatan ini…

  3. Assalamu’alaykum wr wb,…

    syukron atas tulisan yang indah itu….tapi akhi, adakah ikhwan sekarang yang memandang seperti itu lebih utama dibanding fisik???…..ana di mlang, jujur saja sudah banyak ikhwan disini yang lebih mengutamakan fisik daripada agamanya, bahkan seorang yang sudah lama tertarbyah sekalipun. ana kadang kasihan melihat kakak2 akhwat yang usianya semakin senja…memang, jodoh di tangan Allah. takdir ada di tanganNya…yah, memang juga sih fisik tu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pasangan…….tapi, bukankah terbuka pintu untuk berusaha???…….

    semoga qt bisa blajar banyak dari pendahulu kita….dari lingkungan….dari sodara2 qt…
    blajar untuk tidak egois, blajr untuk memiliki hati sang bidadari…..o ya, referensi bagus.coba baca novel “BIDADARI SURGA” ……aemoga Allah membimbing qt

    jazk. khoir…..

    • wa’alaikumussalam wr wb
      Insya Allah masih ada. Jika memang tarbiyah merasuk dalam dada mereka dan memaknai kesiapan dalam menikah sebagai kesiapan menerima siapa saja calon pendampingnya. Memang benar, wajar saja jika seorang al-akh ash-shoolih memilih al-ukh ash-shoolihah yang cantik jika memang agamanya sama-sama bagus. Namun tidak sedikit pula, al-ukht yang cantik, menerima pinangan al-akh yang (maaf) kurang secara fisik.

      Saya sudah sering jadi “mak comblang” bagi ikhwah yang mau menikah, namun sang ikhwan mengatakan, “saya ngga ngerasa getaran saat melihatnya” atau “berat badan ukht tsb tidak ideal”. Sedangkan di sisi lain, sang ukht mengatakan pada murabiyyahnya, “saya percaya dengan Mbak saja”. Apakah itu menyalahi sunnah? Tidak, itu tidak menyalahi sunnah. Hanya saja, secara kejamaahan, hal itu tidak seharusnya terjadi. Sudah sepantasnya kita mengatakan, “Di jalan dakwah kami menikah”.

      Salam ukhuwwah buat mbak. Salam kenal.🙂

  4. assalamu’alaikum wr wb

    bagus akhi….
    smg dapat memberi sumbangan smangan para akhwat yang membacanya dg spirit of islam
    Jazakalla khoir
    ^_^

  5. Subhanallah,nasehat yang luar biasa.Smoga tetap teringat dan istiqomah utk menjalankan nasehat antum/anti

  6. Assalamu’alaikum Wr Wb,

    Salam ta’aruf dari saya akh……
    Bolehkan artikelnya saya COPAS u/ saya share keteman2 yang lain, Syukron ya Akh atas artikelnya semoga menjadi manfaat buat kami para akhwat.

    JazakumullAh khairan katshir

    Wassalamu’alaikum Wr Wb,

  7. askm. salam kenal ych? linkx bagus bgt, jadi saya minta bwt di tampilin di FB. af1 baru bilang, syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s