Bismillahirrahmaanirrahiim

(diambil dari file seorang teman…wallahua’lam sumbernya dari mana. Semoga bermanfaat)

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Bismillahirrahmaanirrahiim
Ya Allah, bukalah hati hamba dalam membaca kalimat-kalimat ini.
Buatlah ia agar dapat dengan mudah menerima semua kebenaran dari kalimat-kalimat ini
Hindarkanlah ia dari sifat sombong yang akhirnya dapat menutupi segala kebenaran
Aamiin, yaa rabbal ‘aalamiin

“Jika seorang hamba di pagi dan sore hari tidak mempunyai keinginan apapun kecuali Allah SWT semata, maka Allah akan memikul seluruh kebutuhannya. Allah akan memberikan semua yang menjadi keinginannya. Allah akan mengosongkan hatinya untuk cinta pada-Nya. Menjadikan hatinya untuk berdzikir pada-Nya. Menjadikan semua anggota tubuhnya memenuhi ketaatan kepada-Nya. Tapi, jika seorang hamba di pagi dan sore harinya tidak mempunya keinginan apapun kecuali pada dunia, maka Allah akan membebankan ke dalam hatinya semua yang menjadi kebutuhannya. Allah akan meninggalkannya dan menjadikan hatinya sibuk dari ketaatan kepada-Nya dengan mengabdi pada manusia sesamanya. Ketahuilah, setiap orang yang menolak dari menghamba kepada Allah, ketaatan dan kecintaan kepada-Nya, maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk, mencintai dan mengabdinya.”
( Ibnul Qoyyim, Al Fawaid )

Ukhti Fillah Rahimakillah,
Ternyata, hanya mengetahui suatu maksiat dan mengetahui bahayanya, tidak otomatis menjadikan seseorang menjauhi maksiat dan meninggalkan kemaksiatan itu. Lihatlah, berapa banyak justru orang yang berilmu melakukan kemaksiatan yang lebih besar daripada orang yang tidak berilmu. Berapa banyak justru orang yang mengetahui bahaya kemaksiatan itu, malah terjerumus di lumpur kemaksiatan yang sama.

Saudariku,
Merubah diri dari lalai menjadi taat memang tidaklah mudah. Mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang telah lama dilakukan, lalu memindahkannya ke atas jalan yang benar dan baik, itu sulit. Justru masalah inilah yang harus kita sadari dalam-dalam. Seperti yang dikatakan Imam Ibnul Jauzi, “Jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik) itu mudah.” Jalan itu penuh dengan halangan, penuh dengan duri-duri tajam yang bisa membuat diri kita sakit.

Saudariku,
Dalam kitab Az Zuhd, Imam Ahmad menuliskan kisah tentang seorang Bani Israil yang menyembah Allah selama 60 tahun dan meminta suatu hajat. Tapi, Allah tidak mengabulkan hajatnya. Lalu ia mengatakan kepada dirinya sendiri, “Andai saja engkau (maksudnya dirinya sendiri) mempunyai kebaikan, pasti permintaanmu akan dikabulkan…” Ia sangat menyadari betapa ia tidak memiliki kebaikan apapun hingga hajat dan keperluannya tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Tapi, di malam harinya, orang itu bermimpi didatangi seseorang yang mengatakan, “Tahukah engakau?, Rasa bersalahmu pada dirimu sendiri itu lebih baik dari ibadahmu selama puluhan tahun.”

Orang yang mengakui kekerdilan, kekecilan, kelemahan dan kedurhakaan di hadapan Allah SWT, adalah orang yang memahami hak Allah atas dirinya. Begitulah, sesungguhnya pengakuan atas hak-hak Allah itu akan bisa membersihkan jiwa dari ujub karena merasa telah banyak beribadah, lalu membuka pintu rasa bersalah dan hina di hadapan Allah.

Imam Ibnul Qoyyim berkata, “Kebanyakan orang menyadari hak mereka atas Allah, tapi tidak menyadari hak Allah atas mereka. Dari sanalah mereka terputus dari Allah dan terselimuti hatinya dari mengenal, mencintai dan merindukan Allah….”

Selengkapnya donlot di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s