JUAL | Blackberry Bellagio

http://www.kaskus.us/showthread.php?p=694353719#post694353719

Salam agan dan aganwati..

Ane mau jual Blackberry Bellagio ane nih, bekas pemakaian sendiri. Di rumah nganggur..eman-eman, mending dijual aja.. Selama make ni Bellagio, no keluhan, smua berjalan lancar jaya..

Masih garansi CTN 21 bulan, struk pembelian di Global Teleshop belum ketemu..

Kelengkapan:
1. Blackberry-nya
2. Batere ORI
3. Charger ORI (yang pake kabel data)
4. Earphone bawaannya
5. dus + buku
6. kartu garansi
Kondisi mulus 98% (2% ada baret dikit di sudut kanan atas), 3G oke, pin ga ada masalah, touch screen-nya oke..

Ane buka harga di IDR 3,600,000,- silakan dinego..

COD di Gatot Subroto Jakpus (Jam kantor) atau Bintaro Tangsel (di luar jam kantor).

Ni penampakannya

 

yang minat bisa SMS ke hape ane 085640714539 atau mau YM-an juga boleh: dinoeinstein

Aurumi Qisthi Qonitat | Opname

Tulisan ini sebagai catatan kesehatan untuk anak kedua kami, Aurumi Qisthi Qonitat. Hari kamis malam kemarin 22 Maret 2012 sekitar pukul 20.00, secara tiba-tiba Qisty muntah darah, sangat banyak. Sebelumnya saat saya gendong, saya mendengar beberapa kali Qisty seperti menulan ludah, sangat intens, sampai saya bilang ke istri saya perihal tsb. Kemudian saya pindahkan gendongan Qisty ke umminya untuk diberikan ASI. Tidak lama, Qisty langsung muntah, darah menggumpal kecil-kecil warna hitam, banyak. Continue reading

Dhana Widyatmika | yang dianggap Gayus II

Ketika ibunya tengah sakit keras dan harus buang hajat di pembaringan, Dhana tidak tega menggunakan pispot karena menurutnya benda itu terlalu keras dan nanti bisa menyakiti tulang ibunya. Sebagai gantinya, ia menengadahkan kedua tangannya dengan beralaskan tisu untuk menampungnya.

***

Ia membuat beberapa orang yang bergaul dengannya merasa iri. Sebagian berkomentar, lelaki muda itu telah dekat dengan pintu surga. Beberapa yang lain berpendapat, sungguh beruntung ia merawat ibunda tercinta dengan kualitas maksimal. Namun, Dhana Widyatmika (33 tahun), putra pertama dari Ibu Sundari (59 tahun) itu hanya berucap, apa yang ia lakukan biasa-biasa saja.

“Saya tidak pernah merasa ini sesuatu yang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini kewajiban. Saya yakin semua anak juga akan melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Ditemui di sela-sela rutinitasnya menjaga dan menemani sang ibu yang dua kali dalam seminggu harus cuci darah, Dhana mengisahkan, selama tiga belas tahun ini, ibu menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Continue reading

Kronologis Kasus Pegawai KPPN Jakarta II

Postingan ini adalah copy paste yang bersumber dari Milis Alumni STAN. Sebuah kasus yang diputuskan dengan putusan yang konyol dan terlihat sekilas sebagai sebuah putusan sarat KKN. Berikut cuplikannya:

 “Semua pegawai KPPN, khususnya front office (FO) dan seksi-seksi tertentu akan mengundurkan diri daripada tertimpa musibah dalam bentuk menanggung dosa yang tidak pernah mereka lakukan.”(Pembelaan EIS, terdakwa kasus pemalsuan SPM yang merugikan keuangan negara).

Terus terang, ada rasa sanksi atas penegakan hukum yang masih jauh dari rasa keadilan di negeri ini. Dan kemarin sore (9 Januari 2011), kembali terdengar kabar tidak sedap karena dua orang pegawai negeri sipil (PNS) lingkup kementerian keuangan divonis bersalah oleh majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR). Terpidana EIS selaku penandatangan SP2D divonis bersalah 1,5 tahun dan denda Rp100 juta atau subsidaire 3 bulan kurungan, sedangkan ES selaku petugas  FO  divonis 1 tahun dan denda Rp100 juta atau subsidaire 3 bulan kurungan. Continue reading

Pekerjaan Tetap vs Tetap Bekerja

Akhir-akhir ini sering muncul dalam benak saya untuk berpindah pekerjaan dari PNS menjadi wirausaha. Di tengah munculnya pikiran-pikiran tersebut, saya membaca artikel dari Muhaimin Iqbal, pemilik Geraidinar (tempat di mana http://dinaremasku.com menjadi agennya). Berikut kopian artikelnya.

Di masjid komplek tempat saya tinggal, jamaah shalat dhuhurnya kini hampir sama banyaknya dengan shalat fardhu lainnya. Kok bisa ?, bukankah penghuninya pada ke kantor di siang hari ? sebagiannya memang demikian, tetapi cukup banyak yang mulai bekerja di rumah.  Yang pada bekerja di rumah ini sebagian memiliki pegawai beberapa orang, maka mereka inilah yang ikut meramaikan masjid di siang hari selain penghuni komplek sendiri. Awalnya orang yang melihat kami siang-siang pada sarungan ke masjid, sering bertanya ‘apakah Anda tidak bekerja ?’, maka sambil berseloroh kami punya jawaban yang khas untuk ini : ‘kami ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi kami tetap bekerja !’.

Inilah paradigma baru yang rupanya menular di komplek kami tinggal. Belasan tahun lalu ketika saya mulai masuk komplek ini, saat itu hampir semua orang bekerja di kantor sehingga masjid sepi ketika siang hari. Kini hampir berimbang antara yang bekerja di kantor dan yang di rumah. Sebagian karena usia pensiun, sebagian karena memutuskan untuk berwirausaha sebelum usia pensiun tiba, sebagian lain memang dengan bantuan teknologi kini bisa bekerja dari rumah.

Ada budaya baru yang menarik yaitu orang-orang sarungan atau pakai baju gamis ke masjid siang hari – padahal mereka orang-orang yang sibuk. Kok bisa ?, kapan mereka berganti sarung atu gamisnya ? mereka tidak perlu berganti !, karena ketika mereka bekerja di rumah, tidak lagi diperlukan pakaian formal – sarungan atau bergamis-pun jadi. Continue reading

KRL oh KRL

Dalam sebulan, selalu KRL menyisakan kekecewaan untuk kami para penggunanya, paling tidak sekali atau 2 kali. Keterlambatan dan keterlambatan tidak pernah absen dari moda transportasi massa sejuta umat ini. Pagi ini KRL rute Serpong kembali menorehkan luka kekecewaan di hati para pelanggan setianya. Para pelanggan yang entah sampai kapan bisa terus bersabar dan membisu ketika didzolimi.

Kapan pihak PT KAI Commuter Jabodetabek akan berbenah dan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada pelanggan setianya? Meski berbagai keluhan dan kekecewaan dilayangkan kepada mereka, mereka tetap bergeming. Ya, mungkin mereka berusaha melakukan sesuatu untuk perbaikan. Tetapi hasilnya belum atau tidak dirasakan oleh pengguna.

Pagi ini saya membaca surat kabar, ada terobosan baru di Indonesia dalam pelayanan jalan tol elektronik. Para pengguna jalan tol tidak perlu berhenti untuk membayar layanan jalan tol (non-stop transaction), hanya menggunakan semacam alat detektor bernama On Board Unit (OBU) buatan Austria. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan para pengguna jalan tol dari sisi waktu dan kepraktisan. Oke, kita sudah lihat usaha PT Jasa Marga dalam memperbaiki layanannya. Giliran PT KAI Commuter Jabodetabek menunjukkan kepada masyarakat, upaya apa yang dilakukannya untuk memperbaiki layanan kepada pelanggannya.

Carilah Alasan untuk Membeli Barang Dari Pedagang yang Membutuhkan Bantuan

Bapak Tua Penjual Amplop Itu

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat. Continue reading

Karyawan dan KRL Commuter Line

Bagi sebagian pekerja ibukota Jakarta, moda transportasi kereta listrik atau KRL merupakan pilihan utama untuk menghindari kemacetan. Transportasi yang memiliki jalur sendiri, terjadwal, tarif yang terjangkau, dan tentunya bebas macet. Benar-benar idaman para pekerja ibukota. Namun sebagai transportasi idola para karyawan, KRL tidak membalas kecintaan para pekerja ini dengan fasilitas yang oke punya. Kondisi gerbong yang renta, AC tidak lagi menghembuskan hawa sejuk melainkan memutar udara panas dalam gerbong, penuh sesak para pengguna pada jam-jam berangkat dan pulang kerja, serta jadwal yang terkadang tidak ontime.

Banyak pilihan jadwal KRL yang dapat kita manfaatkan untuk mengantarkan ke tempat bekerja. Namun terkadang jadwal pilihan kita itu adalah jadwal dengan tanpa memberikan jeda toleransi jika terjadi gangguan pada KRL. Misal gangguan pada gardu listrik, KRL yang datang tidak tepat waktu (dhi yg saya katakan tidak tepat waktu adalah lebih dari 10 menit). Hal-hal semacam ini yang kadang tidak diperhitungkan oleh para pekerja sehingga ketika gangguan terjadi maka terlambatlah dia tiba di tempat bekerja. Continue reading

Keep it Simple, Stupid

Berawal dari melihat kaos temen yang bertuliskan Keep it Simple, Stupid…kemudian saya baca, saya senyum-senyum sendiri. Iya juga sih, ngapain rumit-rumit. Hari ini nemu lagi tulisan itu di blognya temen, makin curiga deh ama ni quotes. Taunya ni udah lama ya quote kayak gini. Gugling-gugling, smakin angguk-angguk aja dengan contoh dari penerapan quotes ini. Display Picture di My GoldBerry pun saya pasang gambar quotes itu dan begitu juga statusnya. Langsung banyak yang bbm nanyain apa itu, dan ijin copas DP nya. Ternyata bukan saya aja yang baru tau, hehe…

Ini beberapa contoh dari Keep it Simple, Stupid. Saya ambil dari blog Pak Kusdiyono. Continue reading

Hikayat 3 Pohon Kayu

Seorang petani menanam tiga bibit pohon kayu di halaman rumahnya, disiraminya setiap hari, dipupuknya dan dirawatnya dengan baik seraya berharap akan tingginya nilai pohon kayu ini nantinya. Seperti ‘tiga anak’ petani yang tumbuh dewasa bareng, ketiga pohon ini-pun selalu berbagi suka dan duka. Suatu hari salah satu dari pohon ini mengajak dua ‘saudara’-nya untuk berbagi cita-cita.

Pohon yang pertama memulai, dia ingin kelak menjadi kayu yang berserat indah sehingga menarik siapapun yang melihatnya. Dia ingin diukir menjadi kotak perhiasan para raja dan ratu karena keindahannya.  Pohon kedua bercita-cita ingin menjadi kayu yang sangat kuat, sehingga para pembuat kapal akan mengambilnya untuk menjadi bahan kapal samudra yang menjelajah dunia.

Giliran pohon ketiga berbagi, dia ingin tetap hidup sampai menjadi pohon kayu yang sangat besar dan kuat, dengan daun-daun yang menjulang sehingga bisa mendekati para makluk langit.

Ketika mereka baru mencapai separuh usia, si petani membutuhkan halaman rumahnya untuk keperluan lain. Di potong-lah ketiga pohon ini ketika pohon pertama belum berhasil membentuk serat yang indah, pohon kedua belum menjadi kayu yang kuat dan pohon ketiga belum sempat memiliki daun yang menjulang ke langit. Continue reading