Dalam sebulan, selalu KRL menyisakan kekecewaan untuk kami para penggunanya, paling tidak sekali atau 2 kali. Keterlambatan dan keterlambatan tidak pernah absen dari moda transportasi massa sejuta umat ini. Pagi ini KRL rute Serpong kembali menorehkan luka kekecewaan di hati para pelanggan setianya. Para pelanggan yang entah sampai kapan bisa terus bersabar dan membisu ketika didzolimi.
Kapan pihak PT KAI Commuter Jabodetabek akan berbenah dan memberikan pelayanan sepenuh hati kepada pelanggan setianya? Meski berbagai keluhan dan kekecewaan dilayangkan kepada mereka, mereka tetap bergeming. Ya, mungkin mereka berusaha melakukan sesuatu untuk perbaikan. Tetapi hasilnya belum atau tidak dirasakan oleh pengguna.
Pagi ini saya membaca surat kabar, ada terobosan baru di Indonesia dalam pelayanan jalan tol elektronik. Para pengguna jalan tol tidak perlu berhenti untuk membayar layanan jalan tol (non-stop transaction), hanya menggunakan semacam alat detektor bernama On Board Unit (OBU) buatan Austria. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan para pengguna jalan tol dari sisi waktu dan kepraktisan. Oke, kita sudah lihat usaha PT Jasa Marga dalam memperbaiki layanannya. Giliran PT KAI Commuter Jabodetabek menunjukkan kepada masyarakat, upaya apa yang dilakukannya untuk memperbaiki layanan kepada pelanggannya.
kapan ya KAI indonesia begitu konsisten dalam pelayanan macam di negara maju *ngarep dot com*. padahal kereta api uda ratusan taun di indo,sejak jaman VOC belanda, tahun 1800-an
menunggu layanan transportasi massa yang aman,nyaman,murah dan memuaskan. hehe
pasti akan tiba saatnya
salam kenal