Renungan Hati

Ku mengadu pada guru; betapa buruk hafalanku.
Dia membimbingku agar meninggalkan maksiat
Dia memberitahu aku bahwa ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pendosa. (Imam Syafi’i).

Mendapatkan nasihat tersebut dari seorang penulis di eramuslim.com, kembali mengingatkan saya akan arti pentingnya kesucian hati dalam menuntut ilmu. Ilmu adalah cahaya. Ilmu akan menerangi hati. Bagaimana mungkin cahaya itu bisa menerangi jika sumber cahaya tidak dipantik? Sang Pemantik ilmu itulah yang harus kita mintai pertolongan agar mau memantikkan cahaya-Nya. untuk hati kita. Kata kuncinya adalah tazkiyatun nafs, untuk mendapatkan ilmu yang menerangi hati kita. Yaa Allah, ampunilah dosa dan kesalahan hamba. Anugerahkanlah kepada hamba ilmu yang bermanfaat.

About these ads

6 thoughts on “Renungan Hati

  1. Nasehat yang bagus buat kita semua akh
    jadi ingat kembali syair tersebut yang pernah ditulis oleh al akh di depan lemari beliau :

    شكوت الى وكيع سوء حفظي فأرشدني الى ترك المعاصي
    وأخبرني بأن العلم نور ونور الله لا يهدى لعاصي

    Barokallaahu fiik

  2. oh itu adalah lafazd arab yang antum tulis akh
    “Ku mengadu ……..”

  3. oh iya ya? syukran ya. ‘afwan, anta Miftah siapa ya?

  4. ana temennya akhi dani sugiri akh, dapat link ini juga dari blog beliau atau kalau belum tahu datang aja ke kos akhuna zulfikri lha saat ini ana menempati kamar di depan kamar beliau.
    Barokallaahu fiik

  5. @Mas Miftah: oh iya mas, ana kenal kok. Ngga, cuma ragu aja, miftah yang mana, gitu. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s